Upaya menyiapkan generasi muda menghadapi era transisi energi terus digencarkan. Institut Teknologi PLN (ITPLN) berkolaborasi dengan PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara dan Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan (YPK) PLN menyelenggarakan program edukasi rekayasa teknologi energi terbarukan bagi puluhan siswa SMAN 4 Medan dan SMAN 1 Binjai.

Program kepedulian sosial (CSR) bertajuk "Rekayasa Teknologi untuk Energi Terbarukan bagi Generasi Muda di Sumatera Utara" ini memberikan pembekalan komprehensif. Para siswa kelas XI tidak hanya mempelajari teori di kelas, melainkan juga mempraktikkan langsung perakitan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala kecil serta pengolahan limbah organik.

Wakil Rektor II ITPLN Bidang Sumber Daya, Heryawan, menjelaskan bahwa pengenalan teknologi ramah lingkungan ini sangat krusial untuk menumbuhkan minat generasi muda pada sektor sains dan ekologi. Melalui pendekatan praktis, siswa diharapkan mampu memahami mekanisme kerja energi bersih secara nyata dan terinspirasi untuk melahirkan inovasi baru di masa depan.

Selain instalasi panel surya, para peserta diajarkan teknik pemanfaatan maggot untuk mengurai sampah organik hingga menjadi produk bernilai ekonomis, seperti lilin aromaterapi. Direktur Training Center ITPLN, Suharto, menyebutkan bahwa metode ini efektif menunjukkan kepada siswa bagaimana teknologi dapat diintegrasikan dengan pengelolaan lingkungan yang produktif.

Sebagai bentuk dukungan konkret, sebuah unit PLTS berkapasitas 300 watt dipasang di Laboratorium Fisika SMAN 4 Medan. Fasilitas ini disiapkan sebagai alat peraga berkelanjutan agar para siswa dapat terus melakukan eksperimen dan mengamati proses konversi energi matahari secara langsung.

General Manager PT PLN UID Sumatra Utara, Mundhakir Salman, menekankan pentingnya menanamkan pemahaman energi sejak dini karena listrik memiliki peran vital dalam pembangunan bangsa. Sementara itu, Sekretaris YPK PLN, Amiruddin Ginting, menambahkan bahwa sinergi lintas sektor ini menjadi jembatan penting untuk menyelaraskan teori akademis di sekolah dengan kebutuhan riil industri di lapangan.

Kepala SMAN 4 Medan, Rita Hartati, menyambut positif inisiatif ini. Menurutnya, keberadaan fasilitas PLTS di sekolah memberikan nilai tambah yang signifikan bagi proses pembelajaran praktikum, sekaligus mempersiapkan siswa agar lebih kompetitif dalam menghadapi tantangan industri energi di masa depan.