Kebiasaan kurang bergerak atau gaya hidup sedentari kini menjadi ancaman nyata bagi kesehatan fisik masyarakat modern. Dokter Spesialis Ortopedi dari Rumah Sakit Eka Hospital Cilegon, dr. Maulana Hasymi Hutabarat, Sp.OT, memperingatkan bahwa kebiasaan terlalu lama duduk dan minimnya aktivitas fisik dapat memicu kekakuan otot serta sendi, yang pada akhirnya menurunkan kebugaran tubuh secara keseluruhan.
Menurut dr. Maulana, minimnya aktivitas fisik harian berkontribusi langsung pada meningkatnya keluhan nyeri sendi, khususnya pada area lutut dan pinggul. Fenomena ini tidak lagi hanya didominasi oleh kelompok lanjut usia, melainkan kian marak ditemui pada masyarakat usia produktif yang memiliki rutinitas kerja pasif.
Pergerakan aktif sangat krusial dalam menstimulasi pembentukan dan pemeliharaan struktur tulang. Saat otot bergerak aktif, tubuh akan lebih optimal dalam menyerap dan memanfaatkan kalsium, yang merupakan unsur mineral penting untuk menjaga kepadatan tulang.
Untuk meminimalisasi risiko tersebut, masyarakat diimbau untuk konsisten menerapkan pola hidup aktif. Langkah ini dapat dimulai dari rutinitas sederhana seperti berjalan kaki, peregangan otot, bersepeda, hingga senam ringan secara berkala. Selain itu, menjaga berat badan ideal, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta istirahat yang cukup juga menjadi pilar penting.
Bagi pekerja atau individu yang dituntut duduk dalam durasi lama, sangat disarankan untuk melakukan jeda aktif secara berkala. Menyempatkan diri untuk berdiri, berjalan ringan, dan meregangkan tubuh di sela-sela kesibukan dinilai sangat efektif dalam mengurangi ketegangan pada persendian.