Tim nasional Maroko menegaskan status mereka sebagai penantang gelar yang patut diwaspadai di Piala Dunia 2026. Setelah sukses melaju ke babak perempat final, skuad asuhan Mohamed Ouahbi kini bersiap menghadapi tantangan besar melawan Prancis dalam laga yang diprediksi akan berlangsung sengit.
Kekuatan utama Maroko terletak pada kedalaman dan fleksibilitas lini serang mereka. Sepanjang turnamen, tim berjuluk Singa Atlas ini telah mengoleksi 10 gol dari lima pertandingan, dengan kontribusi gol yang merata di setiap lini. Kemampuan mencetak gol dari berbagai sektor pemain menjadi modal berharga bagi Maroko untuk menembus pertahanan kokoh Prancis yang dikawal oleh Mike Maignan.
Meskipun Ismael Saibari, sang pencetak gol terbanyak tim, diragukan tampil akibat cedera hamstring, Maroko tidak menunjukkan tanda-tanda kepanikan. Keberhasilan Soufiane Rahimi dalam mengisi kekosongan lini depan, serta produktivitas gelandang Azzedine Ounahi, membuktikan bahwa ketergantungan tim tidak terletak pada satu individu saja.
Lebih dari itu, ancaman Maroko juga datang dari barisan pemain bertahan. Sang kapten, Achraf Hakimi, serta bek tengah Issa Diop telah membuktikan kapasitas mereka dalam membantu penyerangan dan mencetak gol-gol krusial. Kombinasi pemain berpengalaman seperti Brahim Diaz dengan talenta muda menjanjikan membuat Maroko menjadi tim yang sangat cair dalam skema permainan ofensif.
Dengan catatan impresif selama fase grup hingga menyingkirkan tim-tim kuat seperti Belanda dan Kanada, Maroko kini berada dalam momentum terbaik untuk mengulangi, bahkan melampaui, capaian sejarah mereka di Piala Dunia 2022. Duel kontra Prancis pada Jumat (10/7) dini hari WIB mendatang pun menjadi ujian sesungguhnya bagi efektivitas kolektivitas Maroko di panggung dunia.