JAKARTA — Pasar ponsel kelas menengah bawah diperkirakan tetap ramai pada 2026, terutama di rentang harga sekitar Rp2,5 jutaan. Meski biaya komponen smartphone terus bergerak naik, sejumlah merek masih berupaya menghadirkan perangkat dengan daya tahan baterai besar dan spesifikasi yang relevan untuk kebutuhan harian.

Bagi pengguna yang kerap beraktivitas di luar rumah, kapasitas baterai menjadi salah satu pertimbangan utama sebelum membeli ponsel. Di segmen ini, beberapa model menawarkan kombinasi baterai jumbo, layar berkualitas, performa memadai, hingga fitur pendukung seperti NFC dan pengisian cepat.

Salah satu model yang menonjol adalah Motorola G57 Power. Ponsel ini dibekali baterai berkapasitas 7.000 mAh, menjadikannya salah satu perangkat dengan daya paling besar di kelas harga tersebut. Kapasitas itu ditujukan untuk pengguna yang membutuhkan ponsel tahan lama tanpa terlalu sering mengisi ulang daya.

Dari sisi performa, Motorola G57 Power mengandalkan chipset Snapdragon 6 Gen 4 yang dipadukan dengan RAM 8 GB serta penyimpanan internal 256 GB. Spesifikasi tersebut cukup untuk penggunaan harian, mulai dari membuka banyak aplikasi, menonton video, hingga bermain gim dengan pengaturan grafis menengah.

Motorola juga menyertakan fitur Smart Connect. Melalui fitur ini, pengguna dapat menghubungkan ponsel ke komputer untuk kebutuhan seperti screen mirroring, memindahkan file, hingga mengakses aplikasi ponsel melalui layar PC.

Alternatif lain datang dari Infinix Hot 60 Pro. Perangkat ini membawa baterai 5.160 mAh dengan dukungan pengisian cepat 45 watt. Dukungan tersebut menjadi nilai tambah bagi pengguna yang membutuhkan proses pengisian daya lebih singkat.

Infinix Hot 60 Pro juga menawarkan layar AMOLED berukuran 6,78 inci dengan refresh rate hingga 144 Hz. Layar tersebut dirancang untuk memberikan tampilan yang lebih halus saat pengguna menggulir media sosial, menonton konten, maupun bermain gim.

Untuk dapur pacu, ponsel ini memakai chipset MediaTek Helio G200 yang dikombinasikan dengan RAM 8 GB. Fitur tambahannya tergolong lengkap di kelasnya, antara lain NFC, speaker stereo, sensor sidik jari di dalam layar, infrared blaster, jack audio 3,5 mm, serta sertifikasi IP64.

Tecno Spark 40 Pro juga masuk dalam daftar ponsel yang layak diperhitungkan. Model ini membawa baterai 5.200 mAh dan mendukung fast charging 45 watt, sehingga cocok bagi pengguna yang mencari keseimbangan antara kapasitas daya dan kecepatan pengisian.

Dari sektor layar, Tecno Spark 40 Pro mengusung panel AMOLED beresolusi 1,5K dengan refresh rate hingga 144 Hz. Untuk fotografi, tersedia kamera utama 50 MP yang disebut mampu merekam video hingga resolusi Full HD 60 fps.

Sementara itu, Redmi Note 15 4G menawarkan keunggulan pada kualitas layar dan kamera. Ponsel ini menggunakan panel AMOLED dengan tingkat kecerahan hingga 3.000 nits, sehingga tetap nyaman dilihat ketika digunakan di area luar ruangan dengan cahaya terang.

Redmi Note 15 4G juga mengandalkan kamera utama 108 MP. Fitur ini menyasar pengguna yang menginginkan hasil foto beresolusi tinggi tanpa harus beralih ke ponsel di kelas harga yang lebih mahal.

Nama lain yang ikut mencuri perhatian adalah Infinix Hot 60 Pro Plus. Model ini ditujukan bagi pengguna yang tidak hanya mempertimbangkan performa dan baterai, tetapi juga tampilan perangkat yang lebih ramping dan menarik secara desain.

Dengan beragam pilihan tersebut, konsumen di segmen Rp2,5 jutaan memiliki opsi yang semakin luas. Motorola G57 Power unggul pada kapasitas baterai, Infinix Hot 60 Pro menawarkan fitur lengkap dan pengisian cepat, Tecno Spark 40 Pro membawa layar tajam, sedangkan Redmi Note 15 4G menonjol lewat layar cerah dan kamera beresolusi tinggi.