Tim nasional Inggris mendapatkan kabar kurang sedap jelang laga krusial perempat final Piala Dunia melawan Norwegia. Bek andalan mereka, Jarell Quansah, harus menepi dari lapangan hijau akibat sanksi skorsing dua pertandingan yang dijatuhkan oleh Komite Disiplin FIFA menyusul kartu merah yang diterimanya pada laga melawan Meksiko.

Keputusan FIFA ini bersifat mutlak. Berdasarkan pernyataan resmi, hukuman tersebut tidak hanya berlaku untuk pertandingan mendatang melawan Norwegia, tetapi juga akan mencakup laga semifinal apabila skuad asuhan Thomas Tuchel berhasil melaju lebih jauh dalam turnamen bergengsi ini. Sanksi tersebut merujuk pada Pasal 69 Peraturan Disiplin FIFA yang mengatur konsekuensi bagi pemain yang dikeluarkan dari lapangan.

Pihak Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) sebelumnya sempat meninjau celah hukum terkait prosedur VAR yang diterapkan wasit di lapangan. FA berargumen bahwa terdapat kekeliruan dalam protokol penggunaan tayangan ulang, di mana wasit dianggap lebih mengutamakan gambar diam daripada cuplikan video kecepatan normal sesuai dengan standar permainan yang berlaku.

Meski FA aktif melakukan diskusi mendalam dengan pihak penyelenggara terkait kejanggalan prosedur tersebut, harapan untuk mengajukan banding tampaknya tertutup rapat. Mengingat regulasi Piala Dunia 2026 tidak menyediakan ruang bagi asosiasi untuk melakukan banding atas kartu merah yang diputuskan oleh Komite Disiplin Independen FIFA, Inggris kini harus fokus mempersiapkan strategi alternatif tanpa kehadiran Quansah di lini pertahanan mereka.