Persaingan di segmen smartphone entry-level dengan banderol Rp1 hingga Rp1,5 juta semakin ketat memasuki tahun 2026. Para produsen berlomba-lomba menghadirkan perangkat dengan spesifikasi yang jauh lebih kompetitif dibanding generasi sebelumnya. Kini, smartphone di kelas harga tersebut tak sekadar menjadi alat komunikasi, melainkan sudah mampu menunjang beragam aktivitas digital harian secara lebih optimal.
Sejumlah peningkatan signifikan tampak pada sektor layar dengan refresh rate tinggi, kapasitas baterai yang lebih besar, penyimpanan internal lebih lega, hingga dukungan fitur modern seperti NFC dan fast charging. Bagi konsumen dengan anggaran terbatas, sedikitnya ada delapan model yang patut masuk dalam pertimbangan.
Tecno Spark 30C tampil sebagai salah satu kandidat terkuat di rentang harga Rp1,5 jutaan. Ponsel ini ditenagai chipset MediaTek Helio G81 yang dipadukan dengan RAM 8 GB serta ruang penyimpanan internal 256 GB, menjadikannya salah satu yang paling royal dari sisi memori di kelasnya. Layar IPS berukuran 6,67 inci beresolusi HD+ dengan refresh rate 120 Hz memberikan pengalaman visual yang halus. Untuk fotografi, Tecno menyematkan sensor Sony IMX582 beresolusi 48 MP pada kamera utama dan 8 MP di sisi depan. Daya tahan didukung baterai 5.000 mAh dengan pengisian cepat 18 watt, dilengkapi NFC, dual speaker, serta sertifikasi IP54 untuk ketahanan terhadap debu dan percikan air.
Poco C71 mengusung pendekatan berbeda dengan mengandalkan layar berukuran jumbo 6,88 inci bertipe IPS HD+ yang sudah mendukung refresh rate 120 Hz serta teknologi Wet Touch untuk kemudahan pengoperasian saat layar basah. Chipset Unisoc T7250 menjadi otak pemrosesan, didampingi RAM 4 GB dan memori internal 128 GB. Kamera utama 32 MP serta kamera selfie 8 MP menjadi bekal dokumentasinya. Baterai berkapasitas 5.200 mAh dengan fast charging 15 watt menjamin daya tahan sepanjang hari.
OPPO A3x menyasar pengguna aktif yang membutuhkan perangkat dengan ketangguhan ekstra. Smartphone ini telah mengantongi sertifikasi standar militer MIL-STD-810H serta perlindungan Panda Glass pada layar, menjadikannya tahan terhadap berbagai kondisi ekstrem. Dari sisi performa, OPPO membekalinya dengan chipset Snapdragon 6s Gen 1 yang cukup bertenaga untuk kelasnya. Layar IPS 6,67 inci HD+ dengan refresh rate 90 Hz tetap memberikan tampilan yang memadai. Keunggulan lainnya terletak pada baterai 5.100 mAh dengan dukungan pengisian cepat 45 watt, menjadikannya yang tercepat dalam hal pengisian daya di antara kompetitornya.
Nubia A36 turut meramaikan persaingan dengan layar IPS 6,75 inci HD+ yang mendukung refresh rate 90 Hz dan fitur unik bernama Live Island 2.0. Chipset Unisoc T7200 memadai untuk menjalankan aplikasi harian, didukung RAM 4 GB dan penyimpanan 128 GB. Kamera utama 13 MP cukup fungsional untuk kebutuhan dokumentasi dasar, sementara baterai 5.000 mAh dengan fast charging 22,5 watt memberikan keseimbangan antara daya tahan dan kecepatan pengisian.
Selain keempat model di atas, masih ada beberapa pilihan lain di segmen ini seperti Itel A100C yang mengedepankan ketahanan bodi untuk pengguna yang membutuhkan smartphone tangguh. Redmi A5 dari Xiaomi juga menjadi alternatif yang layak diperhitungkan mengingat rekam jejak merek tersebut dalam menghadirkan perangkat dengan nilai terbaik di kelasnya.
Dengan semakin banyaknya pilihan berkualitas di segmen harga Rp1-1,5 juta, konsumen kini memiliki keleluasaan lebih besar dalam memilih perangkat sesuai kebutuhan prioritas masing-masing, baik dari sisi performa, ketahanan, kapasitas baterai, maupun kemampuan kamera.