BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan resmi meluncurkan program Layanan Ujung Negeri (LANURI) guna memperluas jangkauan pelayanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Inovasi ini menghadirkan sistem Virtual Office Layanan Informasi dan Administrasi (VIOLA) serta unit BPJS Keliling demi memudahkan masyarakat pelosok dalam mengurus administrasi tanpa harus mendatangi kantor cabang.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan, M. Idar Aries Munandar, menjelaskan bahwa LANURI dirancang khusus untuk mengatasi kendala geografis dan jarak yang sering dihadapi masyarakat. Peluncuran ini dilakukan di Klinik Pratama Kartika 36 Batang untuk memastikan keadilan akses jaminan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Layanan terintegrasi ini tersebar di empat titik strategis di wilayah kerja Cabang Pekalongan. Fitur interaktif VIOLA ditempatkan di Desa Gembong (Pekalongan), Kecamatan Pemalang, dan Puskesmas Tirto (Kota Pekalongan). Sementara itu, unit BPJS Keliling dikerahkan untuk melayani warga secara langsung di Klinik Pratama Kartika 36 Batang.
Sistem VIOLA mengandalkan teknologi konferensi video secara real-time yang menghubungkan warga langsung dengan petugas, sehingga urusan perubahan data hingga pengaduan bisa selesai tanpa tatap muka fisik. Di sisi lain, BPJS Keliling hadir sebagai solusi jemput bola bagi warga yang lebih nyaman dengan interaksi langsung, memfasilitasi pendaftaran aplikasi Mobile JKN hingga konsultasi kepesertaan.
Program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat dan pengelola fasilitas kesehatan setempat. Perwakilan Klinik Pratama Kartika 36 Batang, Witi Maharani, serta seorang peserta bernama Maharani, mengakui layanan keliling ini sangat praktis, ramah, dan menghemat waktu serta biaya perjalanan menuju kantor BPJS.
Secara nasional, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengungkapkan program LANURI ini diselenggarakan serentak di 558 titik di seluruh Indonesia. Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk adaptasi bagi wilayah-wilayah yang masih terkendala infrastruktur jaringan komunikasi data maupun literasi digital masyarakat.