Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, menegaskan bahwa kesinambungan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hanya dapat terwujud melalui kolaborasi solid antarlembaga. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri peluncuran Program Prolanis Muda, Fun Run, dan Donor Darah di Manado, Minggu (29/6/2026).

Akmal menyoroti pencapaian BPJS Kesehatan sebagai sistem asuransi sosial publik terbesar di dunia yang kini telah menjangkau hampir seluruh penduduk Indonesia. Capaian tersebut, menurutnya, harus terus diperkuat melalui kerja sama lintas sektor, khususnya dengan pemerintah daerah, berbagai lembaga terkait, serta mitra kerja seperti rumah sakit dan fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Dalam kesempatan yang sama, Akmal mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mulai membangun kebiasaan hidup sehat sejak usia muda. Ia meyakini bahwa jika generasi muda Indonesia memiliki kondisi kesehatan yang terjaga dengan baik, visi Indonesia Emas 2045 dapat diwujudkan. Upaya ini juga sejalan dengan Asta Cita keempat Presiden yang menempatkan kesehatan masyarakat sebagai prioritas utama.

Peluncuran Program Prolanis Muda menjadi salah satu langkah konkret BPJS Kesehatan dalam mendorong gaya hidup sehat bagi kelompok usia produktif. Akmal menjelaskan bahwa program ini dirancang agar generasi muda saat ini dapat menikmati kondisi kesehatan optimal di masa mendatang, seiring dengan bertambahnya usia lembaga yang akan memasuki 58 tahun ke depan.

Antusiasme masyarakat dan kehadiran berbagai pihak dalam acara tersebut, menurut Akmal, menjadi bukti nyata bahwa BPJS Kesehatan telah diterima secara luas oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Ia juga mengingatkan bahwa program JKN berjalan di atas prinsip gotong royong, yakni mereka yang sehat membantu yang sakit, dan mereka yang mampu membantu yang kurang mampu.

Akmal menyatakan optimismenya bahwa apabila prinsip gotong royong tersebut dapat dijalankan secara maksimal oleh semua pihak, program JKN akan tetap terjaga keberlangsungannya dalam jangka panjang. Kolaborasi yang kuat antarlembaga dinilai menjadi kunci utama agar manfaat jaminan kesehatan terus dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.