Bupati Hulu Sungai Selatan, H Syafrudin Noor, mengajak seluruh petani di daerahnya untuk terus meningkatkan kompetensi, terbuka terhadap perkembangan teknologi, dan beradaptasi dengan berbagai perubahan yang terjadi. Tujuannya adalah agar mampu menghasilkan produk pertanian yang lebih berkualitas dan berdaya saing.
Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri Rapat Koordinasi lingkup Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan Triwulan II Tahun 2026 di UPTD Balai Pengembangan Pertanian Terpadu Hariti, Kecamatan Sungai Raya, Kamis. Bupati menegaskan bahwa pembangunan sektor pertanian harus berangkat dari kondisi nyata yang dihadapi petani di lapangan.
Bupati menjelaskan bahwa petani adalah pihak yang paling memahami kondisi sebenarnya, mulai dari persoalan irigasi, pupuk, benih, pemasaran hasil panen, hingga tantangan perubahan cuaca. Oleh karena itu, kebijakan yang diambil pemerintah harus benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan tersebut.
Sektor pertanian sendiri memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus menjadi sumber penghidupan bagi sebagian besar masyarakat di Hulu Sungai Selatan. Pemerintah daerah terus mendorong peningkatan kapasitas petani melalui penerapan inovasi, pemanfaatan teknologi pertanian yang tepat guna, serta penguatan pendampingan oleh para penyuluh.
Bupati berharap UPTD BPPT Hariti dapat terus berkembang menjadi pusat pembelajaran, pengembangan teknologi, dan laboratorium inovasi pertanian yang mampu menjadi rujukan bagi petani. Sebelum rapat koordinasi dimulai, bupati juga meninjau peternakan sapi di lingkungan UPTD BPPT Hariti untuk melihat perkembangan sebagai bagian dari sistem pertanian terpadu.
Dalam kesempatan tersebut, bupati berdialog dengan para penyuluh dan kelompok tani. Berbagai aspirasi, masukan, hingga kendala yang dihadapi petani di lapangan dibahas secara terbuka. Turut berhadir Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan beserta jajaran, Kepala UPTD BPPT Hariti, para penyuluh, dan perwakilan kelompok tani dari berbagai kecamatan.