Gelombang panas ekstrem yang menerjang hampir seluruh wilayah Eropa dalam beberapa pekan terakhir mendorong Pemerintah Kota Roma mengambil langkah inovatif guna melindungi kelompok warga paling rentan, yakni para lanjut usia. Melalui pemanfaatan gelang elektronik canggih, otoritas setempat kini mampu memantau kondisi kesehatan lansia secara real-time dan merespons situasi darurat dengan lebih sigap.
Program ini mendapat dukungan pendanaan dari skema pemulihan pascapandemi Covid-19 yang digulirkan Uni Eropa dan telah beroperasi sejak tahun lalu. Hingga saat ini, sekitar 700 warga lansia di Roma telah terdaftar sebagai pengguna layanan tersebut. Gelang pintar yang dikenakan mampu merekam berbagai indikator vital seperti detak jantung, pola tidur, serta pergerakan tubuh guna mendeteksi kondisi gawat darurat, termasuk apabila pemakainya terjatuh.
Salah satu penerima manfaat adalah Dina Gazzella, perempuan berusia 85 tahun yang hidup sendirian sejak suaminya meninggal dunia pada 2023. Bagi Gazzella, gelang elektronik tersebut bukan sekadar alat pemantau biasa. "Jika saya merasa tidak sehat, alat ini menyelamatkan nyawa," ungkapnya dengan penuh keyakinan.
Psikolog klinis Piera Pomente menekankan bahwa perangkat ini memainkan peran krusial terutama saat suhu udara melonjak drastis. "Gelang ini sangat penting bagi para lansia di periode panas ini, terutama karena tekanan darah mereka turun, detak jantung mereka lebih lambat dari normal, mereka benar-benar menderita," jelasnya. Selain perangkat teknologi, tim pekerja sosial juga secara rutin menghubungi para lansia setiap hari untuk memastikan mereka mengonsumsi obat dengan teratur, mampu mengatasi cuaca panas, atau sekadar menemani mereka berbincang agar tidak terjebak dalam kesepian.
Kendati layanan ini diberikan secara cuma-cuma, penerimaan di kalangan lansia tidak sepenuhnya mulus. Sebagian warga menolak menggunakan gelang tersebut karena kekhawatiran terhadap pelanggaran privasi. Dari sekitar 70 orang yang awalnya mendaftar di salah satu apotek, hanya 45 orang yang pada akhirnya tetap bersedia memakai perangkat itu. Pomente menegaskan bahwa gelang tersebut sama sekali tidak dilengkapi kamera pengawas, melainkan semata-mata berfungsi memantau parameter kesehatan dan mengirimkan notifikasi saat terjadi keadaan darurat.
Efektivitas program ini telah terbukti nyata. Pada tahun pertama pelaksanaannya, sistem pemantauan berhasil menangani dua insiden darurat secara cepat, yakni seorang lansia yang terjatuh di jalan serta pengguna kursi roda yang jatuh di dalam rumahnya. Notifikasi otomatis dari gelang memungkinkan keluarga dan petugas medis segera memberikan pertolongan tepat waktu.
Inisiatif Roma ini hadir di tengah situasi darurat iklim yang kian mengkhawatirkan di benua Eropa. Suhu di sejumlah kawasan telah menembus angka 40 derajat Celsius, dengan negara-negara seperti Jerman, Denmark, Republik Ceko, Swiss, Prancis, dan Inggris mencatatkan rekor suhu tertinggi. Para ilmuwan menyatakan bahwa gelombang panas ekstrem semacam ini hampir mustahil terjadi tanpa pengaruh perubahan iklim yang dipicu aktivitas manusia.
Anggota parlemen federal Jerman, Katrin Goering-Eckardt, bahkan menyuarakan peringatan keras terkait bahaya yang ditimbulkan. "Cuaca panas ini bukan cuaca musim panas yang menyenangkan. Ini adalah krisis kesehatan," tegasnya, menggarisbawahi urgensi langkah-langkah perlindungan bagi kelompok rentan di seluruh Eropa.