Peta kekuatan olahraga panahan di Kalimantan Utara (Kaltara) kini tidak lagi didominasi oleh satu wilayah saja. Pelaksanaan Kejuaraan Panahan Bupati Malinau Cup (BMC) ke-V Tahun 2026 menjadi bukti nyata bahwa sebaran prestasi dan kualitas atlet panahan di provinsi perbatasan ini telah berkembang secara merata ke berbagai daerah.
Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Panahan Indonesia (Pengprov Perpani) Kaltara, Steve Singgih Wibowo, mengungkapkan bahwa persaingan antardaerah kini berjalan sangat ketat dan kompetitif. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang didominasi oleh Kota Tarakan, saat ini kabupaten lain seperti Bulungan, Malinau, Tana Tidung, hingga Nunukan menunjukkan pertumbuhan prestasi yang sangat pesat.
Kejuaraan bergengsi yang berlangsung pada 6-9 Agustus 2026 di Kompleks Stadion Utama Kabupaten Malinau ini diikuti oleh 328 pemanah. Selain menjadi wadah unjuk gigi bagi atlet dari lima kabupaten/kota di Kaltara, turnamen ini juga menarik minat peserta dari luar daerah, termasuk perwakilan dari Kabupaten Berau (Kalimantan Timur) hingga Kota Surabaya (Jawa Timur).
Menurut Steve, kompetisi lokal seperti BMC memiliki peran vital dalam mengukur performa atlet secara objektif melalui catatan poin. Ajang ini sekaligus berfungsi sebagai wadah seleksi penting guna menjaring atlet potensial yang akan dipersiapkan menghadapi ajang Pra Pekan Olahraga Nasional (Pra-PON) mendatang, serta sebagai pemanasan menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Kaltara pada November nanti, di mana Malinau ditunjuk sebagai tuan rumah.
Kualitas pembinaan panahan di Kaltara sebelumnya telah teruji di tingkat nasional. Pada ajang PON XXI 2024 di Aceh-Sumatra Utara lalu, tim beregu putri Kaltara yang diperkuat oleh Ashila Mutia Pratiwi (Bulungan), serta duo srikandi asal Malinau, Dzakiya Amalia Putri dan Dzakira Aulia Putri, sukses membawa pulang medali emas ke bumi Kaltara.
Ketua Panitia Pelaksana, Helmi Pandawa, menambahkan bahwa kejuaraan tahun ini mempertandingkan berbagai nomor kompetitif untuk pembinaan berkelanjutan. Kategori yang dilombakan meliputi divisi recurve umum 70 meter, compound umum 50 meter, barebow umum 50 meter, barebow legend 30 meter, hingga kategori kelompok umur pembinaan nasional mulai dari U10, U13, hingga U18.