Kesibukan orangtua dalam memenuhi kebutuhan keluarga kerap memaksa anak-anak untuk mendapatkan pendampingan dari pihak lain. Menjawab kondisi ini, Bright Eyes Day Care hadir di Kabupaten Tabanan sebagai solusi pengasuhan yang tidak sekadar menitipkan anak, tetapi juga memberikan stimulasi pendidikan dan pembentukan karakter secara sistematis.

Owner & Founder Bright Eyes Day Care, Ninno Christy, S.Pd., menjelaskan bahwa perkembangan anak di era digital tidak dapat dilepaskan dari pengaruh gadget. Oleh karena itu, orangtua perlu memahami pentingnya mengatur Screen Time agar anak tetap mendapatkan stimulasi yang sesuai dengan usianya. "Bright Eyes Day Care bukan sekadar tempat penitipan, tapi tempat untuk anak-anak banyak distimulasi, saat orangtua bekerja buat hati tenang dan anak-anaknya bertumbuh sesuai dengan umurnya," ujar Ninno saat diwawancarai awak media pada Kamis, 25 Juni 2026.

Lembaga ini menerima anak usia 8 bulan hingga Sekolah Dasar (SD). Awalnya hanya melayani anak usia 2 tahun 6 bulan hingga SD, namun permintaan orangtua dan keberhasilan program membawa pihaknya membuka kelas bayi. Saat ini, baby class untuk usia 8 bulan hingga 2,5 tahun sudah terisi 16 anak dari total 20 kuota. "Karena itu program dan goal kami. Anak-anak keluar dari Bright Eyes Day Care, mereka bisa baca kalimat lancar dan bisa langsung masuk SD. Nah, hal itulah yang membuat orangtua minta kami untuk membuka kelas bayi," ungkapnya.

Proses adaptasi anak menjadi perhatian penting saat pertama kali bergabung. Ninno menegaskan bahwa kepercayaan orangtua adalah kunci utama. "Dengan orangtua percaya, kami tenang, maka kami bisa mendidik anak-anak juga senang. Akhirnya, segala sesuatu pertumbuhan dan perkembangan anak semakin terlihat," tegasnya.

Program harian Bright Eyes Day Care dimulai sejak pagi. Setelah sarapan pukul 08.30 WITA, anak-anak mengikuti Greeting Time atau pembelajaran kelompok besar pukul 09.00 WITA. Dalam kegiatan ini, mereka belajar mengenal diri sendiri, menjaga kebersihan, peduli terhadap teman, serta memahami emosi. "Mereka juga saling peduli bukan hanya terkait kejadian berbahaya, tapi perasaan teman-temannya," kata Ninno. Kemudian, pada pukul 16.00 WITA ada Learning Time dengan materi persiapan sekolah dan pembentukan karakter, termasuk pembiasaan menggunakan kata-kata positif seperti "terima kasih" dan "tolong".

Fasilitas juga menjadi prioritas. Setiap kamar dilengkapi AC, spring bed, dan CCTV yang dapat diakses orangtua, dengan penggantian seprei setiap hari untuk menjaga kebersihan. Selain pengawasan, lembaga ini punya dokter konselor yang siap dihubungi jika ada kondisi kesehatan tertentu pada anak. Dari sisi pola makan, Bright Eyes Day Care membantu anak yang mengalami kesulitan makan melalui pendampingan untuk mengenal berbagai jenis makanan.

Bright Eyes Day Care juga melibatkan orangtua sebagai mitra melalui pengukuran bulanan berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala. Tenaga pengajar dipilih tidak hanya berdasarkan latar belakang pendidikan, tetapi juga karakter dan kepedulian, dengan kewajiban mengikuti tes psikologi. Guru-guru yang rata-rata bergelar Sarjana dan Diploma ini diharapkan mampu mendidik anak dengan penuh kasih sayang. Pihaknya juga tengah membangun gedung permanen di kawasan Sima Residence, Sanggulan, Tabanan untuk meningkatkan pelayanan.

Salah satu orangtua, Gusti Ayu Putu Sri Suryatni, mengapresiasi layanan ini. Sebagai ibu pekerja, ia memilih Bright Eyes Day Care karena tidak ada yang mendampingi anaknya di rumah. "Setelah gabung kesini, banyak dampak positif bagi anak saya, karena banyak kemampuan di luar dugaan saya yang diterima anak saya, contohnya dia bisa lancar ngomong, terus dia bisa abjad, menulis sampai umur 4 tahun dia bisa berhitung sekarang," tutupnya.