Di tengah tekanan aksi jual bersih (net sell) oleh pemodal asing di pasar saham domestik, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) justru mencatatkan performa gemilang. Pada perdagangan Selasa (14/7/2026), saham emiten telekomunikasi pelat merah ini menjadi salah satu buruan utama investor asing dengan membukukan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp37,49 miliar.

Lonjakan minat asing ini terjadi saat pasar saham secara keseluruhan tertekan aksi jual bersih asing yang mencapai Rp501,4 miliar. Pada penutupan perdagangan hari itu, harga saham TLKM menguat dan parkir di level Rp2.560 per lembar, dengan total nilai transaksi di pasar reguler menyentuh angka Rp258,94 miliar.

Ketertarikan investor global ini tidak lepas dari sentimen positif atas langkah strategis Telkom yang gencar melakukan transformasi bisnis. BUMN telekomunikasi ini tengah berfokus pada penyederhanaan struktur usaha dan penguatan ekosistem digital demi menggenjot efisiensi operasional dan memperjelas fokus bisnis utama.

Sebagai bagian dari optimalisasi portofolio, manajemen Telkom mengumumkan telah sukses menyederhanakan 10 entitas anak usahanya. Langkah perampingan ini direalisasikan melalui divestasi bisnis non-inti serta penggabungan sejumlah entitas di bawah bendera grup untuk meminimalisasi tumpang tindih fungsi operasional.

Selain perampingan korporasi, Telkom juga terus mengeksplorasi potensi pertumbuhan baru melalui ekspansi infrastruktur digital. Perseroan aktif memperkuat lini bisnis pusat data (data center), perluasan jaringan serat optik (fiber optic), hingga penyediaan solusi digital business-to-business (B2B) guna mendongkrak kontribusi pendapatan dari sektor teknologi masa depan.