PANGKALAN BUN – Lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) memicu respons cepat dari masyarakat dan lembaga pendidikan. Sebagai langkah antisipasi dini, pengurus SD dan Madrasah Diniyah Daarul Hikam bersama warga RT 14 Kelurahan Madurejo, Kecamatan Arut Selatan, berinisiatif meminta Dinas Kesehatan setempat untuk melakukan pengasapan (fogging) di lingkungan mereka.

Langkah preventif ini diambil menyusul ditemukannya indikasi kasus DBD di sekitar wilayah sekolah yang dikelola oleh Yayasan Darul Hikam Madurejo tersebut. Pengurus sekolah, Ustaz H. Slamet Ariyadi, menyampaikan apresiasi atas respons cepat petugas kesehatan. Ia juga mengimbau warga sekitar untuk lebih waspada dan aktif menjaga kebersihan lingkungan guna menekan laju perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.

Ketua RT 14 Kelurahan Madurejo, Muhammad Nur, berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait dapat melakukan tindakan pengasapan secara berkala, terutama di titik-titik rawan penularan. Selain mengandalkan program pemerintah, ia menekankan pentingnya kesadaran kolektif warga untuk menjalankan gerakan 3M Plus (menguras, menutup, mengubur wadah air, serta menggunakan larvasida) secara mandiri.

Berdasarkan data terbaru dari Dinas Kesehatan Kotawaringin Barat, sebaran kasus DBD di wilayah ini menunjukkan angka yang cukup signifikan. Kecamatan Arut Selatan mencatatkan angka tertinggi dengan 51 kasus. Sementara itu, wilayah lain seperti Kecamatan Kumai melaporkan 15 kasus, Kotawaringin Lama 8 kasus, Pangkalan Banteng 7 kasus, dan Pangkalan Lada sebanyak 2 kasus. Upaya penanggulangan terpadu kini terus digencarkan untuk menekan angka kesakitan tersebut.