Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mendorong penerapan teknologi pirolisis sebagai langkah strategis untuk mendampingi proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Langkah ini diambil guna mempercepat penanganan volume sampah nasional yang terus meningkat dan tidak lagi memadai jika hanya ditangani dengan metode konvensional.

Menurut Zulkifli, kapasitas infrastruktur PSEL yang saat ini tengah dibangun di 13 lokasi prioritas diperkirakan baru mampu menyerap sekitar 22 persen dari total timbulan sampah di tanah air. Dengan mengintegrasikan teknologi pirolisis, pemerintah memproyeksikan tambahan kapasitas pengolahan hingga 20 persen sekaligus mengonversi sampah menjadi bahan bakar alternatif setara solar.

Upaya akselerasi ini diwujudkan melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah pusat, TNI Angkatan Darat, dan pemerintah daerah. Sebagai langkah awal, proyek percontohan teknologi pirolisis akan diterapkan di lima wilayah strategis, yaitu DKI Jakarta, Kota Bekasi, Kota Semarang, Kota Bogor, dan Kabupaten Bogor untuk mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN) PSEL Bogor Raya 1.

Keberhasilan program mitigasi ekologi ini sangat bertumpu pada komitmen pemerintah daerah, khususnya dalam penyediaan lahan operasional, kemudahan perizinan, serta kepastian pasokan bahan baku sampah yang berkelanjutan. Selain menghasilkan nilai ekonomi baru, transisi teknologi ini diharapkan mampu meminimalisasi risiko bencana lingkungan seperti kebakaran TPA yang kerap melanda saat musim kemarau.