Pemerintah Kota Tanjungpinang mendorong penguatan pendanaan domestik dan peningkatan kesadaran masyarakat dalam penanggulangan HIV/AIDS. Langkah ini dinilai krusial mengingat bantuan finansial dari lembaga donor internasional diproyeksikan akan terus berkurang di masa mendatang.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakil Walikota Tanjungpinang, Raja Ariza, saat membuka lokakarya advokasi bertajuk 'Building Awareness and Mobilizing Domestic Resources Workshop for Sustainability of HIV Program' di Hotel Nite & Day Tanjungpinang. Raja menegaskan bahwa tanggung jawab penanganan virus ini tidak bisa lagi bergantung sepenuhnya pada donatur luar negeri.
Menurut Raja, program penanggulangan HIV di Tanjungpinang harus dirancang secara dinamis agar adaptif terhadap dinamika lokal. Terlebih lagi, sebaran kasus HIV kerap berkaitan erat dengan penyalahgunaan narkotika yang kini mulai menyasar generasi muda di wilayah tersebut.
Ketua Yayasan Komunitas Peduli AIDS Kepri (Kompak), Harmoni, mengungkapkan bahwa sokongan dana dari Global Fund melalui program siklus hibah ketujuh (grant cycle 7) dijadwalkan berakhir pada 31 Desember 2026. Meskipun pemerintah pusat tengah berupaya melakukan negosiasi perpanjangan, potensi pemotongan anggaran untuk tingkat daerah tetap tidak terhindarkan.
Sejak berdiri pada 2007, Yayasan Kompak secara konsisten menjalin kolaborasi lintas sektor, termasuk bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tanjungpinang untuk mengedukasi kelompok rentan. Harmoni menekankan, kemandirian anggaran lokal sangat vital agar kegiatan pencegahan, penyediaan obat-obatan, serta pendampingan pasien tidak terhenti secara mendadak.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI per Juni 2025, diperkirakan sebanyak 353.694 orang atau 63 persen dari total estimasi penderita HIV di Indonesia telah teridentifikasi, dengan 71 persen di antaranya telah menjalani terapi antiretroviral (ARV). Lokakarya ini sendiri melibatkan sekitar 26 peserta yang berasal dari organisasi perangkat daerah, perbankan, Baznas, hingga lembaga swadaya masyarakat setempat.