Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bakal menghadapi volatilitas tinggi menjelang pengumuman hasil evaluasi indeks berkala oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI). Para pelaku pasar kini tengah bersiap mengantisipasi dua skenario pergerakan indeks, di mana IHSG berpeluang untuk kembali bangkit (rebound) atau justru tertekan menembus level batas bawah (support) pentingnya.
Berdasarkan ulasan dari Phintraco Sekuritas, IHSG ditutup melemah 1,53 persen ke posisi 6.267,88 pada perdagangan sebelumnya, yang membawanya bergerak di bawah rata-rata pergerakan 10 hari (MA10). Kendati masih mampu bertahan di atas garis MA20, indeks diperkirakan akan menguji rentang support kritis di level 6.180 hingga 6.200 dalam jangka pendek.
Dari sudut pandang analisis teknikal lain, MNC Sekuritas memetakan dua potensi arah pergerakan pasar. Skenario optimistis menunjukkan adanya peluang penguatan IHSG menuju target 6.440 hingga 6.544, mengingat volume tekanan jual yang mulai menyusut meski aksi lego saham masih mendominasi perdagangan. Sebaliknya, skenario terburuk membayangi indeks dengan potensi koreksi mendalam ke kisaran 5.890 hingga 6.192 jika gagal mempertahankan level support utamanya.
Di sisi lain, Mirae Asset Sekuritas menilai bahwa indeks cenderung akan berkonsolidasi akibat meningkatnya ketidakpastian pasar menjelang rilis tinjauan MSCI pada 12 Agustus 2026. Apalagi, merujuk pada indikasi awal, pengelola indeks global tersebut diperkirakan belum akan menaikkan kelas atau memasukkan emiten baru asal Indonesia dalam portofolionya kali ini.
Ketidakpastian domestik ini kian diperumit oleh sentimen global, terutama meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu lonjakan harga minyak mentah dunia. Harga minyak jenis WTI menguat ke level 83,75 dolar AS per barel, sementara Brent merangkak naik ke posisi 89,48 dolar AS per barel. Kondisi ini, ditambah dengan melemahnya mayoritas indeks utama di Wall Street, membuat para investor global cenderung mengambil sikap menunggu dan mengamati (wait and see).