Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) tengah menjajaki model pembinaan olahraga terintegrasi di Amerika Serikat. Langkah strategis ini dilakukan untuk mereformasi tata kelola organisasi, sistem pendanaan, serta optimalisasi pemasaran industri olahraga di Tanah Air, dengan harapan dapat menciptakan ekosistem pembibitan atlet yang lebih profesional dari tingkat usia dini hingga elite.
Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dengan populasi mencapai 280 juta jiwa. Menurutnya, besarnya jumlah penduduk dan letak geografis yang strategis harus didukung oleh sistem sport science yang solid guna menjaring bakat-bakat potensial yang tersebar di berbagai daerah.
Salah satu poin krusial dalam kunjungan ini adalah mempelajari keberhasilan Amerika Serikat dalam memanfaatkan kompetisi tingkat universitas, melalui NCAA, sebagai jalur utama pencarian bakat atlet nasional. Model ini dipandang sangat relevan untuk diadaptasi di Indonesia, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang berkomitmen memperkuat program pemusatan latihan nasional (pelatnas) jangka panjang.
Oktohari memimpin delegasi yang terdiri dari sembilan pengurus KOI, termasuk tokoh olahraga nasional seperti Greysia Polii dan Richard Sam Bera. Hasil dari lawatan ini nantinya akan dirumuskan menjadi rekomendasi kebijakan yang akan dilaporkan langsung kepada Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo, sebagai langkah konkret memajukan prestasi olahraga Indonesia di kancah internasional.