Wali Kota Padang, Fadly Amran, memaparkan strategi pembangunan berkelanjutan yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas hidup masyarakat dalam seminar internasional ICSSD-SEA 2026. Di hadapan para akademisi global di Universitas Andalas (Unand), ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari angka pertumbuhan ekonomi, melainkan juga dari kualitas pendidikan, kesehatan, dan penguatan karakter warga.
Melalui program unggulan "Padang Juara", Pemerintah Kota Padang berkomitmen memperluas akses pendidikan bermutu. Upaya ini diwujudkan dengan memfasilitasi puluhan pemuda daerah untuk melanjutkan studi ke luar negeri, termasuk pengiriman sekitar 60 mahasiswa ke Tiongkok serta persiapan kerja sama serupa dengan perguruan tinggi di Malaysia. Di tingkat lokal, pemko juga membagikan seragam dan Lembar Kerja Siswa (LKS) gratis guna menekan angka putus sekolah akibat kendala ekonomi.
Sementara itu, pada sektor kesehatan dan perlindungan sosial, program "Padang Melayani" hadir sebagai solusi nyata bagi warga. Pemko Padang menyediakan fasilitas BPJS Kesehatan gratis, mengaktifkan program Dokter Warga, serta menargetkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi 37.000 penerima manfaat dalam kurun waktu empat tahun ke depan.
Keunikan strategi pembangunan Padang juga terletak pada integrasi kearifan lokal. Inovasi "Smart Surau" digulirkan untuk memperkokoh karakter generasi muda berbasis nilai-nilai agama di masjid. Selain itu, program "Dubalang Kota" dihidupkan kembali untuk merajut kepemimpinan kolaboratif yang melibatkan pemerintah, ulama, tokoh adat (ninik mamak), dan akademisi sesuai filosofi Minangkabau tungku tigo sajarangan.
Menanggapi paparan tersebut, pihak panitia ICSSD-SEA 2026 yang diwakili oleh Andri Rusta memberikan apresiasi tinggi atas visi Wali Kota Padang. Konferensi internasional yang diinisiasi oleh FISIP Universitas Andalas ini menjadi wadah penting yang mempertemukan berbagai riset, gagasan, dan jejaring akademik lintas negara di kawasan Asia Tenggara dan global.