Pemerintah sementara Venezuela secara resmi telah melayangkan surat permohonan kepada Raja Charles III untuk segera mencairkan cadangan emas negara seberat 30 ton yang selama ini tersimpan di Bank of England. Langkah diplomasi ini diambil menyusul bencana gempa bumi dahsyat yang melanda Venezuela pada 24 Juni lalu, yang mengakibatkan krisis kemanusiaan luar biasa di negara tersebut.

Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, menegaskan bahwa dana tersebut sangat krusial untuk membiayai rekonstruksi pasca-bencana. Hingga saat ini, tercatat sedikitnya 3.800 orang kehilangan nyawa, sementara ribuan bangunan rata dengan tanah, meninggalkan warga dalam kondisi pengungsian yang memprihatinkan. Menurut Rodríguez, aset emas tersebut merupakan hak milik rakyat Venezuela yang harus segera dimanfaatkan untuk menanggulangi dampak tragedi ini.

Selain menyasar aset emas di Inggris, pemerintah Venezuela juga sedang menempuh dialog intensif dengan Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva. Upaya ini difokuskan pada pencairan Hak Penarikan Khusus (SDR) milik negara senilai US$3,568 miliar atau setara Rp63,85 triliun yang masih tertahan akibat sanksi internasional. Menteri Luar Negeri Venezuela, Iván Gil, juga terus mendesak komunitas global agar melepas seluruh rekening negara yang dibekukan demi mempercepat pemulihan ekonomi dan kemanusiaan.

Kendati bantuan internasional telah mulai mengalir dengan total komitmen melebihi US$600 juta—termasuk bantuan signifikan dari Amerika Serikat—kebutuhan pendanaan tetap jauh melampaui kemampuan saat ini. PBB memperkirakan total kerugian fisik akibat gempa mencapai US$37 miliar, sehingga upaya pemulihan jangka panjang memerlukan akses penuh terhadap cadangan devisa negara yang selama ini terkunci oleh sanksi politik internasional.