Pondok Pesantren Darul Muta’allimin di Sugihwaras, Nganjuk, Jawa Timur, kini tidak hanya menjadi pusat kajian kitab kuning, tetapi juga menjadi arena penerapan ilmu olahraga modern (sport science). Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang digelar oleh Universitas Negeri Surabaya (UNESA) pada 29 Juli 2026, para santri diajak mengenal olahraga petanque sebagai sarana menjaga kebugaran jasmani sekaligus membangun karakter.
Kegiatan yang mengusung tema "Implementasi Olahraga Petanque dalam Meningkatkan Kebugaran Jasmani dan Kedisiplinan Santri" ini membawa pesan edukatif "Yo Ngaji, Yo Olahraga". Pendekatan ini berupaya menyelaraskan aktivitas spiritual-keagamaan di pesantren dengan pembinaan fisik. Dengan demikian, santri tidak hanya diasah kecerdasan spiritualnya melalui kitab-kitab klasik, tetapi juga dilatih ketangkasan fisiknya di lapangan.
Petanque, olahraga ketangkasan asal Prancis yang dimainkan dengan melempar bola besi (boule) sedekat mungkin ke bola sasaran kayu, dinilai sangat relevan dengan kebutuhan santri. Olahraga ini tidak semata mengandalkan kekuatan fisik, melainkan konsentrasi penuh, akurasi, perencanaan strategi, serta kontrol emosi. Nilai-nilai kedisiplinan dan sportivitas dari olahraga ini diharapkan dapat diintegrasikan dalam kehidupan sehari-hari di pesantren.
Ketua Tim PKM UNESA, Dr. Abdul Hafidz, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa kebugaran tubuh adalah fondasi penting agar santri dapat menjalani rutinitas belajar dan beribadah secara optimal. Program ini juga menjadi representasi dari konsep "menara air" perguruan tinggi, di mana ilmu pengetahuan dan inovasi dari kampus dialirkan langsung untuk menjawab kebutuhan nyata dan membawa manfaat bagi masyarakat luas.
Koordinator Pondok Pesantren Darul Muta’allimin, Adhe Irham Thoriq, S.Pd., M.Kom., menyambut hangat inovasi olahraga baru ini di lingkungan pesantrennya. Sebagai komitmen jangka panjang, kegiatan ini ditutup dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) untuk memastikan pembinaan petanque berbasis sport science ini dapat terus berlanjut guna mencetak generasi santri yang sehat secara jasmani dan rohani.