Program Studi Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menggelar program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Kelurahan Manjahlega, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung. Kegiatan ini bertujuan mengatasi keterbatasan lahan perkotaan dengan memperkenalkan sistem pertanian vertikultur sekaligus mengolah tanaman rempah menjadi pangan fungsional penurun risiko diabetes.
Ketua Pelaksana PKM, Sakina Yeti Kiptiyah, menjelaskan bahwa program ini didanai oleh Hibah BIMA Kemendiktisaintek. Melalui inisiatif ini, tim pendamping mengedukasi warga agar mampu mengolah rempah lokal menjadi produk bernilai tambah guna menekan prevalensi diabetes yang kian meningkat di Indonesia.
Pelatihan diawali dengan pembuatan instalasi pertanian vertikultur atau sistem tanam bertingkat. Metode ini sangat ideal untuk wilayah padat penduduk karena mengoptimalkan pekarangan sempit. Setelah tanaman rempah tumbuh subur, warga diajarkan memprosesnya menjadi olahan herbal yang berkhasiat medis dan bernilai ekonomi tinggi.
Kepala Program Studi Teknologi Pangan UM Bandung, Khairiah, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bukti nyata hilirisasi riset akademis ke tengah masyarakat. Universitas tidak hanya fokus pada kajian teori, melainkan juga menghadirkan solusi konkret untuk meningkatkan taraf hidup dan kesehatan warga secara berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, perguruan tinggi ini merangkul Karang Taruna Kelurahan Manjahlega serta pengurus RT dan RW setempat. Kolaborasi ini bertujuan melatih generasi muda dalam mengembangkan potensi kewirausahaan berbasis pangan lokal sehat. Ketua Karang Taruna, Salma Sabila Nur Shabrina, menyambut positif kegiatan ini sebagai media belajar penting bagi Generasi Z dalam hal pertanian perkotaan.
Guna memastikan keberlanjutan ekonomi, dosen Ilmu Komunikasi UM Bandung, Euis Evi Puspitasari, turut memberikan pembekalan terkait strategi branding dan pemasaran digital. Langkah ini diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar produk herbal hasil olahan warga sehingga tidak hanya dikonsumsi untuk kebutuhan internal saja.
Dukungan penuh juga disampaikan oleh Ketua RW 10 Kelurahan Manjahlega, Ridwan Subakti. Ridwan menyebut program ini sangat selaras dengan gerakan lingkungan yang sedang digalakkan warga, seperti program Buruan SAE (Sehat, Alami, dan Ekonomis) serta perwujudan Kawasan Bebas Sampah yang melibatkan ratusan kepala keluarga di wilayahnya.