Kementerian Perindustrian (Kemenperin) optimistis bahwa pasar industri olahraga di Indonesia akan terus menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Perkembangan ini didorong kuat oleh pergeseran gaya hidup masyarakat pascapandemi yang kini semakin aktif dan peduli terhadap kesehatan fisik.

Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, mengungkapkan bahwa prospek industri pakaian olahraga (sport and active wear) sangat menjanjikan berkat tingginya permintaan pasar domestik terhadap produk yang berkualitas dan inovatif. Berdasarkan laporan dari Euromonitor International, nilai pasar sportswear nasional telah mencapai kisaran Rp38,5 triliun pada tahun 2025, tumbuh sekitar 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Potensi pasar tersebut diproyeksikan terus melonjak hingga menyentuh angka Rp58,6 triliun pada tahun 2030, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sekitar 9 persen. Menurut Faisol, momentum pertumbuhan ini harus dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku industri dalam negeri, khususnya sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM), agar mampu naik kelas dan bersaing dengan merek global.

Selain pasar domestik yang gemuk, kinerja ekspor produk olahraga nasional juga menunjukkan performa yang menggembirakan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor pakaian jadi tekstil naik menjadi 7,27 miliar dolar AS pada 2025. Di sisi lain, nilai ekspor untuk komoditas alat olahraga tumbuh signifikan sebesar 12 persen, dari 274,4 juta dolar AS menjadi 306,3 juta dolar AS.

Faisol menekankan bahwa sektor manufaktur olahraga memiliki peran strategis karena bersifat padat karya dan mampu menyerap jutaan tenaga kerja di berbagai daerah. Guna mendongkrak daya saing IKM, Kemenperin berkomitmen untuk terus menjalankan program pembinaan, mulai dari modernisasi teknologi produksi, standardisasi produk, hingga memfasilitasi perluasan akses pasar digital maupun fisik.