Dinamika kebutuhan perangkat kerja profesional kini mengalami pergeseran signifikan. Tidak sekadar mengandalkan kecepatan prosesor, laptop bisnis masa kini dituntut mampu mengolah berbagai fungsi kecerdasan buatan (AI) secara mandiri di dalam perangkat. Menjawab tantangan tersebut, ASUS menghadirkan ExpertBook Ultra, sebuah laptop kelas premium yang dirancang khusus untuk mendukung kinerja multitasking berteknologi AI lokal tanpa kebergantungan penuh pada jaringan cloud.
Commercial Director ASUS Indonesia, Eric Khoven, mengungkapkan bahwa perangkat ini dibekali dapur pacu hingga Intel Core Ultra X9 Processor 388H generasi terbaru. Prosesor tersebut dipadukan dengan Neural Processing Unit (NPU) yang memiliki kapasitas pemrosesan AI mencapai 50 Trillion Operations Per Second (TOPS). Kombinasi ini menempatkan ExpertBook Ultra sebagai landasan penting dalam era Copilot+ PC, yang dapat mengoptimalkan konsumsi daya sekaligus mengurangi beban kerja prosesor utama saat pengguna menjalankan aplikasi berat secara bersamaan.
Pemanfaatan NPU pada laptop ini diwujudkan melalui fitur inovatif seperti AI ExpertMeet, yang mampu melakukan transkripsi otomatis, penerjemahan bahasa instan, hingga optimalisasi visual saat konferensi video secara lokal. Selain itu, ASUS menyematkan teknologi Zenni Claw serta dukungan RAM LPDDR5x hingga 64 GB. Keunggulan teknis ini memungkinkan pengguna mengeksekusi berbagai model AI serta tugas kompleks secara lancar tanpa harus terhubung ke jaringan internet.
Dari segi portabilitas dan ketahanan fisik, ExpertBook Ultra memiliki bobot amat ringan sekitar 1,1 kilogram serta mengusung layar Tandem OLED 14 inci dengan tingkat kecerahan puncak hingga 1.400 nits, memudahkan penggunaan di area outdoor. Sasis perangkat ini juga telah mengantongi sertifikasi ketahanan standar militer US MIL-STD 810H yang tangguh menahan tekanan. Guna menjamin perlindungan privasi korporasi, ASUS melengkapinya dengan sistem keamanan ASUS ExpertGuardian yang menjaga data sensitif tetap aman bahkan saat media penyimpanan dilepas.
Perkembangan teknologi ini menandai babak baru dalam transformasi perangkat komputer jinjing bagi dunia usaha. Kemampuan mengolah AI secara langsung di perangkat kini menjadi pertimbangan strategis bagi sektor bisnis dan profesional, terutama dalam menunjang efisiensi kerja, mobilitas tinggi, serta jaminan kerahasiaan data perusahaan dalam aktivitas operasional harian.