Presiden Mesir, Abdel Fattah El-Sisi, menyampaikan apresiasi mendalam kepada para penggawa tim nasional sepak bola Mesir atas penampilan gemilang mereka di ajang Piala Dunia 2026. Meski langkah mereka harus terhenti di babak 16 besar setelah takluk dari Argentina dengan skor ketat 2-3 pada Rabu (8/7/2026), Presiden El-Sisi tetap memandang perjuangan Mo Salah dan rekan-rekan sebagai bentuk penampilan yang terhormat.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui keterangan resmi di laman kepresidenan menyusul laga dramatis di mana Mesir sempat memimpin dua gol terlebih dahulu sebelum akhirnya dibalikkan oleh Lionel Messi dan kawan-kawan di babak kedua. El-Sisi menekankan bahwa keberhasilan menembus babak 16 besar merupakan tonggak sejarah emas yang belum pernah dicapai oleh sepak bola Mesir sebelumnya.

"Kami bangga kepada kalian dan pencapaian yang telah diukir. Semoga masa depan membawa peluang serta hasil yang jauh lebih baik, dengan izin Allah," ujar El-Sisi dalam pernyataannya. Ia berharap momentum sejarah ini dapat menjadi pelecut semangat bagi kemajuan sepak bola nasional di masa mendatang.

Pertandingan tersebut sendiri sempat diwarnai oleh riuhnya perdebatan mengenai kepemimpinan wasit di lapangan. Kubu Mesir melayangkan protes keras menyusul serangkaian keputusan krusial, termasuk penganuliran gol yang dianggap kontroversial, yang dinilai merugikan tim mereka sepanjang laga berlangsung.