Perilaku konsumsi kalangan ultra-kaya (High-Net-Worth Individuals) di kawasan Asia-Pasifik dalam memanfaatkan jet pribadi mengalami pergeseran signifikan. Alih-alih membeli pesawat secara utuh, para konglomerat kini cenderung memilih opsi yang lebih fleksibel, seperti penyewaan (charter) dan kepemilikan patungan (fractional ownership). Fenomena ini menjadi salah satu sorotan utama menjelang perhelatan Business Aviation Asia Forum & Expo 2027 (BAAFEx 2027) yang akan digelar di Singapura.

Berdasarkan laporan armada jet bisnis akhir tahun 2025 dari Asian Sky Group, nilai pengiriman jet bisnis baru di Asia-Pasifik menembus angka 2,24 miliar dolar AS. Menariknya, pertumbuhan tersebut didorong oleh tingginya permintaan terhadap pesawat berbadan besar dengan daya jelajah jauh. Model jet yang mampu terbang langsung tanpa transit dari Asia ke Eropa atau Amerika Utara kini mendominasi pasar dengan kontribusi sebesar 34,9 persen dari total pendapatan industri.

Presiden Boeing Business Jets, Joe Benson, mengonfirmasi pentingnya pasar Asia-Pasifik yang terus tumbuh seiring meningkatnya ketergantungan pelaku bisnis pada penerbangan privat. Menurutnya, aspek produktivitas, kenyamanan, serta keandalan menjadi faktor utama yang dipertimbangkan konsumen saat memilih layanan jet bisnis. Ajang BAAFEx 2027 pun dinilai menjadi wadah strategis untuk membaca arah dinamika kebutuhan pasar regional ini.

Pergeseran preferensi konsumen ke arah fleksibilitas ini turut membawa angin segar bagi perusahaan manajemen armada udara. Amber Aviation, misalnya, mencatat peningkatan permintaan untuk skema kepemilikan bersama dan manajemen pesawat yang dinamis. Skema ini memungkinkan para tamu VVIP menikmati fasilitas premium lintas batas tanpa harus terbebani oleh biaya pemeliharaan operasional pesawat secara mandiri.

Sementara itu, penyelenggara BAAFEx 2027, Experia Events, memproyeksikan acara yang akan berlangsung pada Maret 2027 di Changi Exhibition Centre ini bakal menyedot perhatian lebih dari 3.000 profesional dan 75 eksibitor. Selain memamerkan unit armada mewah, pameran berskala internasional ini juga akan mendiskusikan ekosistem pendukung penerbangan, mulai dari penyediaan bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF) hingga integrasi teknologi kabin mutakhir.