Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang melaporkan lonjakan temuan kasus baru HIV/AIDS yang cukup signifikan selama periode Januari hingga Mei 2026. Berdasarkan data pemutakhiran terbaru, tercatat ada 186 kasus baru yang terdeteksi di wilayah tersebut, meningkat dari laporan triwulan pertama yang sebelumnya mencatat 97 kasus.

Kepala Dinkes Kota Malang, dr. Husnul Muarif, mengungkapkan bahwa dari total temuan kasus baru tersebut, kelompok Laki Seks Laki (LSL) menjadi penyumbang terbesar dengan jumlah mencapai 100 kasus. Kelompok rentan lainnya yang turut diwaspadai meliputi ibu hamil, wanita pekerja seks (WPS), pengguna jarum suntik, dan waria.

Guna menekan laju penyebaran, Dinkes Kota Malang telah menyiagakan 16 fasilitas kesehatan yang tersebar di berbagai puskesmas dan rumah sakit untuk melayani deteksi dini, pengobatan, hingga pendampingan penderita. Pemerintah setempat terus mengimbau masyarakat yang memiliki faktor risiko untuk secara aktif melakukan Voluntary Counseling and Testing (VCT) atau tes HIV sukarela.

Berbeda dengan penyakit tuberkulosis (TBC) yang bisa disembuhkan dalam waktu enam bulan, penanganan HIV membutuhkan terapi antiretroviral (ART) seumur hidup demi mengendalikan jumlah virus dan mencegah penularan. Meski angka penemuan kasus baru di Kota Malang terbilang tinggi, jumlah ini dilaporkan masih berada di bawah Kota Surabaya.