Pertamina Hulu Rokan (PHR) kini memperkuat komitmennya dalam mengamankan produksi migas nasional melalui integrasi teknologi digital canggih. Melalui Digital Innovation Center (DAS), perusahaan mampu memantau secara real-time aktivitas operasional yang melibatkan 44 ribu tenaga kerja di 17 kabupaten di wilayah Riau. Langkah ini menjadi fondasi krusial dalam menjaga efisiensi dan keamanan kerja di lapangan.

Direktur Utama PHR, Muhamad Arifin, menjelaskan bahwa strategi perusahaan difokuskan pada upaya mengatasi tantangan penurunan produksi alami pada sumur-sumur minyak tua. PHR kini gencar mengeksplorasi potensi Migas Non-Konvensional (MNK) melalui pengeboran strategis pada sumur Gulamo dan sumur Kelok untuk memastikan ketahanan suplai energi di masa depan.

Selain inovasi digital, PHR juga menerapkan teknik Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) dengan menggunakan produk dalam negeri. Implementasi injeksi di Lapangan Minas sejak 2025 telah menunjukkan hasil positif dengan peningkatan produksi sebesar 2.800 BOPD. Perusahaan menargetkan angka produksi dapat menembus 70.000 BOPD pada tahun 2028 mendatang.

Dalam operasionalnya, PHR juga tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan melalui penerapan tata kelola Environmental, Social, and Governance (ESG). Strategi agresif ini tidak hanya ditujukan untuk mencapai swasembada energi, tetapi juga meminimalisir dampak lingkungan melalui langkah nyata penurunan emisi karbon CO2 di seluruh area kerja perusahaan.