Dinamika industri kuliner atau food and beverage (F&B) saat ini mengalami pergeseran fundamental seiring masifnya adopsi teknologi digital. Pelaku usaha kini dituntut untuk lebih adaptif dalam merancang strategi pemasaran agar tetap relevan di tengah ketatnya persaingan dengan gerai mandiri seperti kafe maupun restoran konvensional.
Food and Beverage Manager Excelton Hotel Palembang, Cahyadi, menekankan bahwa paradigma lama yang membatasi akses fasilitas hotel hanya bagi tamu yang menginap kini telah ditinggalkan. Hotel kini secara terbuka mengundang masyarakat umum untuk menikmati layanan kuliner mereka, memaksa pihak manajemen untuk terus berinovasi dalam penyajian dan pengalaman pelanggan.
Lebih lanjut, Cahyadi menegaskan bahwa kualitas dan konsistensi produk tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga retensi pelanggan di era digital. Menurutnya, kecepatan arus informasi di media sosial menuntut pelaku usaha untuk selalu menjaga standar mutu agar reputasi merek tetap terjaga di mata publik.
Sementara itu, Public Relation Excelton Hotel Palembang, Adelia, menyoroti peran strategis media sosial sebagai kanal komunikasi utama untuk memperkenalkan program promo serta menu terbaru. Menurut Adelia, keberhasilan promosi digital sangat bergantung pada kemampuan brand dalam mengikuti tren terkini tanpa harus mengorbankan identitas asli perusahaan.
Adelia juga menambahkan bahwa kolaborasi dengan influencer menjadi instrumen pemasaran yang cukup efektif selama dilakukan secara selektif. Pemilihan mitra yang tepat sesuai dengan segmentasi pasar menjadi kunci agar pesan promosi dapat tersampaikan dengan optimal kepada target audiens yang dituju.