Chelsea Football Club secara resmi memperluas kolaborasi jangka panjangnya dengan perusahaan teknologi global, IFS. Kerja sama ini bukan lagi sekadar kemitraan komersial, melainkan langkah krusial dalam mentransformasi operasional internal klub melalui penerapan teknologi Industrial AI yang mulai diimplementasikan sejak 6 Juli 2026.
Perubahan status kemitraan ini menandai berakhirnya peran IFS sebagai sponsor utama di bagian depan jersey Chelsea. Meski posisi tersebut kini dilepas untuk target komersial baru senilai 40 juta poundsterling per musim, IFS tetap memegang peranan vital sebagai Mitra Global hingga musim 2027/2028, memfokuskan kontribusinya pada efisiensi infrastruktur dan manajemen organisasi.
Implementasi teknologi ini mencakup otomatisasi alur pengadaan barang dan jasa, pengelolaan fasilitas stadion, hingga manajemen keuangan yang lebih presisi. Dengan sistem berbasis AI, pihak manajemen berharap mendapatkan visibilitas real-time terhadap berbagai laporan operasional, mulai dari kepatuhan hukum hingga fluktuasi mata uang yang krusial bagi klub sepak bola di liga elite dunia.
Adriel Lares, Chief Finance Officer Chelsea FC, menyambut positif integrasi perangkat lunak ini sebagai upaya klub dalam merespons tantangan bisnis modern. Menurutnya, pemanfaatan kecerdasan buatan menjadi kunci untuk memaksimalkan potensi efisiensi di luar lapangan hijau bagi klub yang kini tengah bersiap menyambut musim baru di bawah arahan pelatih Xabi Alonso.
CEO IFS, Mark Moffat, menekankan bahwa standar presisi dan akurasi tinggi yang dibutuhkan dalam industri berat—seperti energi dan kedirgantaraan—kini akan diterapkan dalam pengelolaan aset klub Chelsea. Kemitraan ini menegaskan bahwa masa depan manajemen klub sepak bola profesional tidak hanya bergantung pada performa atlet, tetapi juga pada keandalan sistem komputasi yang mendukung seluruh aktivitas operasional harian.