Perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, termasuk dukungan pemerintah terhadap program Motor Listrik Nasional (Molinas), terus tumbuh pesat. Seiring dengan meningkatnya populasi motor ramah lingkungan ini di jalanan, gairah para pemilik untuk melakukan modifikasi atau personalisasi kendaraan kesayangan mereka pun mulai bermunculan.

Kendati demikian, memodifikasi motor listrik memiliki tantangan dan risiko yang jauh berbeda dibanding motor konvensional berbahan bakar bensin. Jika pada motor biasa pemilik dengan mudah melakukan ubahan mekanis seperti mengganti knalpot, pada motor listrik segala sesuatunya diatur oleh keselarasan komponen sensitif seperti baterai, motor penggerak (dinamo), dan kontroler elektronik.

Agus Ficdiyanto, seorang modifikator dari Alpha Sierra Custom, mengingatkan para pemilik untuk ekstra hati-hati, terutama jika ingin merombak sektor kelistrikan. Pemasangan aksesori kelistrikan tambahan yang tidak diperhitungkan secara matang berpotensi mengganggu setelan pabrik yang sudah dikalibrasi dengan tegangan tertentu.

Menurut Agus, menambahkan aksesori seperti lampu LED tambahan dengan mengambil daya langsung dari sistem kelistrikan utama dapat membebani kontroler. Dampak paling instan dari modifikasi sembrono ini adalah penurunan daya jelajah baterai secara drastis karena konsumsi daya yang tidak efisien.

Selain kontroler, kualitas kabel aftermarket juga menjadi sorotan penting. Kabel standar variasi umum belum tentu mampu mengalirkan arus daya tinggi khas motor listrik dengan aman. Penggunaan kabel yang tidak sesuai spesifikasi pabrikan berisiko memicu korsleting hingga potensi kebakaran pada kendaraan.

Bagi pemilik yang tetap ingin tampil beda, disarankan untuk membatasi modifikasi pada aspek visual dan mekanis ringan yang tidak menyentuh sistem kelistrikan utama. Beberapa ubahan yang relatif aman dilakukan antara lain pengecatan ulang bodi (painting), penggantian kampas rem, memperbesar piringan cakram, serta penggantian ban.

Dengan membatasi modifikasi pada sektor estetika luar, pemilik tidak hanya menjaga aspek keselamatan berkendara, tetapi juga menyelamatkan masa berlaku garansi resmi dari pabrikan. Jika terpaksa harus melakukan modifikasi berat, pastikan prosesnya ditangani oleh teknisi spesialis yang memahami karakteristik kelistrikan kendaraan listrik.