PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil melakukan terobosan baru dalam layanan hulu migas non-rig melalui penerapan perdana teknologi matrix acidizing. Proyek percontohan ini menyasar Sumur Gunung Kemala (GNK)-104 yang terletak di Lapangan Prabumulih, Sumatera Selatan, bekerja sama dengan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4.
Langkah strategis ini bertujuan untuk mengoptimalkan kembali aliran fluida dari reservoir menuju sumur. Melalui stimulasi khusus, teknologi matrix acidizing digunakan untuk mengikis sumbatan kerak (scale) serta memperbaiki kerusakan pada formasi batuan yang selama ini menghambat laju produksi migas di kawasan tersebut.
Secara teknis, intervensi ini dilakukan pada kedalaman terukur 1.963 hingga 1.966 meter (MD) di Formasi Talang Akar (TAF-P5). Proses pembersihan menggunakan sistem fluida asam klorida (HCl) berkadar 15 persen yang dirancang khusus menyesuaikan karakteristik bawah tanah sumur tersebut. Dengan stimulasi ini, sumur ditargetkan mampu memproduksi minyak hingga 65 barel per hari (BOPD).
Direktur Operasi Pertamina Drilling, Aziz Muslim, menjelaskan bahwa pencapaian ini menegaskan kesiapan perusahaan dalam memperluas portofolio bisnis di luar jasa pengeboran konvensional. Ia optimis layanan stimulasi sumur yang terintegrasi ini akan memberikan nilai tambah yang signifikan bagi efisiensi operasional para mitra kerja di sektor hulu migas.