SAMARINDA — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur berhasil menuntaskan polemik jumlah cabang olahraga (cabor) yang akan dilombakan dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kaltim. Berdasarkan hasil kesepakatan akhir, ajang olahraga multievent tingkat provinsi tersebut dipastikan akan mempertandingkan sebanyak 64 cabor.

Kepastian ini diperoleh setelah pengurus KONI Kaltim menggelar serangkaian negosiasi persuasif dengan Pengurus Besar (PB) Porprov dan perwakilan cabang olahraga. Sebelumnya, keterbatasan alokasi anggaran pada P-APBD 2026 membuat PB Porprov selaku tuan rumah hanya sanggup mengakomodasi 59 cabor, sehingga lima cabor lainnya terancam tidak dapat bertanding.

Ketua KONI Kaltim, Anderiy Syachrum, menjelaskan bahwa kelima cabor terdampak—yaitu Korfball Indoor, Ski Air, Barongsai, Petanque, dan Woodball—akhirnya sepakat untuk tetap tampil di Porprov VIII dengan skema pembiayaan mandiri. Langkah ini diambil agar investasi latihan dan perjuangan para atlet yang telah lolos Babak Kualifikasi (BK) tidak terbuang sia-sia.

Senada dengan hal tersebut, Ketua I KONI Kaltim Hendra RA menegaskan bahwa keputusan mengupayakan 64 cabor merupakan bentuk komitmen menjalankan amanat Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov). Dengan tercapainya kepastian ini, KONI Kaltim akan segera menerbitkan Surat Keputusan (SK) resmi agar perangkat teknis seperti Tim Wasrah, Tim Keabsahan, dan Dewan Hakim dapat segera bekerja maksimal.

Keputusan ini disambut positif oleh para pengurus cabor yang merasa lega lantaran kecemasan para atlet mereka berhasil diatasi. Sesuai jadwal yang dirancang, perhelatan Porprov VIII Kaltim rencananya akan berlangsung di Kabupaten Paser pada 14 hingga 27 November 2026.