KOTA SEMARANG — Guna merespons pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Semarang mengambil langkah proaktif dalam memperkuat literasi digital generasi muda. Langkah tersebut diwujudkan melalui serangkaian pelatihan edukatif bagi para siswa di beberapa sekolah menengah kejuruan, antara lain SMK Negeri 1, SMK Negeri 2, dan SMK Negeri 5 Semarang.
Dalam kegiatan tersebut, para pelajar dibekali pemahaman komprehensif mengenai dasar-dasar teknologi AI, cara mengoptimalkannya untuk mendukung proses belajar, hingga pemahaman penting terkait etika dan keamanan siber. Edukasi ini bertujuan agar para siswa mampu menyikapi kemajuan teknologi secara kritis sekaligus memanfaatkannya untuk kegiatan yang produktif.
Kepala Seksi Humas Polrestabes Semarang, Kompol Riki Fahmi Mubarok, menjelaskan bahwa pihak kepolisian berkomitmen mengawal kesiapan generasi muda dalam menghadapi era digital. Menurutnya, pemanfaatan AI yang tepat dapat menjadi sarana ampuh untuk melatih kreativitas serta meningkatkan kapasitas diri peserta didik.
Penguasaan AI yang bertanggung jawab dipandang sebagai bekal krusial bagi para pelajar SMK dalam menghadapi dinamika pendidikan modern dan tantangan di dunia kerja kelak. Dengan pemahaman yang utuh, teknologi kecerdasan buatan ini diharapkan dapat dieksplorasi sebagai alat bantu riset, pengayaan referensi, dan pengembangan keterampilan baru, bukan disalahgunakan untuk hal-hal yang merugikan.
Melalui inisiatif ini, Polrestabes Semarang berharap dapat mendorong lahirnya generasi muda yang adaptif, inovatif, dan melek digital, sekaligus memiliki kesadaran tinggi untuk membentengi diri dari potensi dampak negatif kecanggihan teknologi.