Gubernur Sumatra Selatan, Herman Deru, secara resmi mengukuhkan kepengurusan Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Sumatra Selatan masa bakti 2026–2030. Prosesi pelantikan yang berlangsung di Aula Griya Agung, Palembang, pada Rabu (8/7/2026) tersebut menjadi momentum bagi BKOW untuk mempertegas perannya sebagai katalisator pembangunan daerah.
Dalam arahannya, Gubernur Herman Deru menekankan pentingnya BKOW sebagai organisasi induk yang menaungi 51 organisasi perempuan di Bumi Sriwijaya untuk bertransformasi lebih adaptif. Ia mendorong para pengurus untuk memperkuat kompetensi di bidang teknologi informasi dan literasi ekonomi agar relevan dengan dinamika zaman yang terus berkembang pesat.
"BKOW harus berfungsi sebagai navigator yang memahami karakter dan potensi setiap organisasi di bawah naungannya. Penguasaan teknologi dan pemahaman ekonomi menjadi prasyarat mutlak bagi pengurus untuk menciptakan gagasan segar yang berdampak luas bagi pemberdayaan perempuan," ujar Herman Deru.
Selain aspek digital, Gubernur juga menyoroti pentingnya konsolidasi internal yang solid untuk menghadapi tantangan mobilitas anggota. Sinergi yang harmonis antara BKOW dengan Pemerintah Provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota dinilai krusial guna memastikan program kerja selaras dengan visi pembangunan daerah.
Menanggapi arahan tersebut, Ketua BKOW Sumatra Selatan, Lidyawati Cik Ujang, menyatakan komitmennya untuk membawa organisasi ini menjadi wadah strategis yang inovatif. Pihaknya akan memprioritaskan program kerja yang menyasar peningkatan kualitas pendidikan, kesejahteraan ekonomi, serta penguatan ketahanan sosial budaya bagi kaum perempuan di Sumatra Selatan.
Lidyawati menegaskan bahwa kolaborasi aktif dari 51 organisasi yang tergabung dalam BKOW akan menjadi motor penggerak utama. Ia pun mengharapkan bimbingan berkelanjutan dari pemerintah daerah agar kontribusi nyata bagi masyarakat dapat terwujud secara optimal selama masa jabatan 2026–2030.