PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui anak usahanya, KAI Services, terus memperkuat komitmennya terhadap kelestarian lingkungan. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah penerapan teknologi "Smart Cleaning" pada layanan kebersihan stasiun. Inisiatif ini dirancang untuk menekan penggunaan air dan energi secara signifikan guna mendukung program pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Dalam penerapannya, unit bisnis Resclean dari KAI Services mengoperasikan berbagai jenis mesin pembersih modern yang disesuaikan dengan karakteristik area stasiun. Di antaranya adalah "Ride-on Scrubber" yang digunakan untuk menyisir area luas seperti di Stasiun Gambir, Pasar Senen, Jatinegara, Purwokerto, Solo Balapan, dan Yogyakarta. Sementara itu, untuk area yang membutuhkan fleksibilitas tinggi seperti Stasiun Cikoko, Jatimulya, Dukuh Atas, Harjamukti, Tanah Abang, dan Bekasi, petugas menggunakan "Automatic Scrubber". Untuk menjaga estetika lantai stasiun utama tetap berkilau, dikerahkan pula mesin "Floor Polisher High Speed".

Vice President Corporate Secretary KAI Services, Ixfan Hendriwintoko, menjelaskan bahwa adopsi teknologi ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas petugas kebersihan sekaligus mempertahankan standar higienitas yang tinggi. Di samping mempercepat durasi pengerjaan, penggunaan alat modern ini terbukti jauh lebih hemat air jika dibandingkan dengan metode pembersihan konvensional.

Dedi Setiawan, salah seorang petugas kebersihan stasiun, mengakui bahwa kehadiran mesin-mesin canggih ini sangat mempermudah pekerjaannya dalam menjaga kerapian stasiun dengan hasil yang maksimal. Langkah modernisasi operasional ini juga selaras dengan arah kebijakan pemerintah dalam mendorong transformasi digital serta pemanfaatan teknologi di sektor transportasi publik nasional.