Menjadi petugas sensus ekonomi tidak semudah yang dibayangkan. Dara Elvinda, petugas sensus ekonomi yang bertugas di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, mengungkapkan berbagai tantangan nyata yang dihadapi selama dua pekan terakhir saat mendatangi rumah-rumah warga untuk pendataan.

Salah satu hambatan rutin yang sering dijumpai adalah kehadiran anjing peliharaan yang tidak diikat oleh pemiliknya. "Kalau ada rumah yang anjingnya tidak diikat itu agak susah sebenarnya kalau mau datang ke rumahnya," ujar Dara. Beruntung, sebagian pemilik rumah yang baik hati bersedia memasukkan anjingnya terlebih dahulu sebelum petugas masuk.

Tantangan lain yang tak kalah serius adalah sikap skeptis dan penolakan dari sebagian warga. Banyak yang enggan membuka pintu atau menolak didatangi petugas sensus. Dara menjelaskan, kekhawatiran utama masyarakat adalah data yang diberikan akan digunakan untuk kepentingan perpajakan, seperti adanya kenaikan pajak setelah sensus sebelumnya.

Untuk mengatasi hal ini, petugas harus memberikan penjelasan yang rinci dan sabar. "Sekarang orang lebih skeptis. Ada juga yang tidak setuju atau tidak mau didata. Jadi petugas harus bisa menjelaskan tujuan pendataan dengan benar," kata Dara. Ia menegaskan bahwa sensus ekonomi tidak berkaitan langsung dengan penetapan pajak, dan kerahasiaan data responden dijamin oleh aturan yang berlaku.

Yang lebih mengkhawatirkan adalah adanya risiko pelecehan seksual. Dara memaparkan pengalaman rekan seprofesinya yang pernah mengalami dugaan pelecehan saat melakukan wawancara di rumah responden. Beruntung, petugas tersebut tidak bekerja seorang diri sehingga situasi dapat segera diantisipasi. "Untung mereka datang berdua, jadi masih bisa ditangani," ungkapnya.

Kejadian tersebut mendorong petugas untuk lebih berhati-hati, termasuk memilih melakukan wawancara dari depan pagar rumah dalam kondisi tertentu demi menjaga keamanan. Selain itu, petugas juga harus menyesuaikan waktu dengan aktivitas responden yang banyak bekerja di Kota Pontianak, sehingga sering kali harus datang pada malam hari atau pagi buta.

Meski menghadapi tantangan berat, Dara mengaku tetap menikmati pekerjaannya. Dalam sehari, ia dan rekan-rekannya bisa mendata tujuh hingga sepuluh responden, tergantung kondisi lapangan dan jenis usaha. Ia berharap masyarakat dapat lebih terbuka dan memahami bahwa data sensus ekonomi merupakan dasar penting bagi pemerintah untuk memetakan kondisi ekonomi dan menyusun kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.