Tim peneliti dari Jurusan Informatika Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) berhasil merancang sebuah sistem Inteligen Bisnis (IB) inovatif. Langkah ini diambil guna mentransformasi proses pengambilan keputusan dalam penerimaan mahasiswa baru agar tidak lagi bertumpu pada intuisi, melainkan pada analisis data yang presisi, cepat, dan akuntabel.

Kehadiran inovasi ini diproyeksikan menjadi solusi atas dinamika kompleks yang kerap dihadapi perguruan tinggi selama masa admisi. Dalam kurun waktu yang terbatas, manajemen kampus sering kali dituntut untuk segera menetapkan kebijakan krusial, mulai dari penentuan batas nilai kelulusan, kuota tampung, hingga penutupan masa pendaftaran.

Kholid Haryono, dosen Jurusan Informatika FTI UII, memaparkan bahwa minimnya integrasi data lintas sistem sering kali menghambat para pengambil keputusan saat membutuhkan analisis cepat. Melalui riset dengan metode Action Design Research (ADR), tim peneliti berhasil memetakan 20 jenis keputusan admisi serta empat model pendekatan yang umum digunakan di lingkungan kampus, yaitu heuristik, kolaboratif, analitis, dan intuitif.

Sistem baru ini telah melalui serangkaian pengujian ketat dari tahap Alpha hingga Delta dengan melibatkan jajaran pimpinan universitas dan kepala program studi. Hasilnya menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi dengan skor System Usability Scale (SUS) mencapai 84,4 dari skala 100, yang menandakan bahwa seluruh 31 fitur yang disematkan dalam sistem ini siap beroperasi secara optimal.

Selain menciptakan sistem yang siap pakai di internal kampus, riset ini juga memformulasikan 12 prinsip desain (Design Principles). Ketua Jurusan Informatika FTI UII, Raden Teduh Dirgahayu, menegaskan bahwa investasi pada sistem ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat tata kelola kampus, dan prinsip tersebut dapat diadaptasi oleh perguruan tinggi lain di Indonesia demi mewujudkan proses admisi yang transparan dan berbasis data.