Lonjakan kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kota Malang memicu kekhawatiran dari kalangan legislatif Jawa Timur. Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk segera mengoptimalkan langkah preventif dan penanganan medis menyusul temuan 186 kasus baru sepanjang periode Januari hingga Mei 2026.

Data dari Dinas Kesehatan Kota Malang menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Sepanjang tahun 2025, total temuan pengidap HIV di kota ini tercatat sekitar 180 kasus. Fakta bahwa angka tersebut terlampaui hanya dalam waktu lima bulan pertama tahun 2026 dinilai sebagai alarm keras bagi kelangsungan kesehatan publik di wilayah tersebut.

Puguh Wiji Pamungkas, legislator dari Fraksi PKS yang mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) Malang Raya, menyatakan keprihatinannya atas tren kenaikan ini. Menurutnya, percepatan penemuan kasus baru ini memerlukan perhatian khusus dan respons cepat dari semua pemangku kebijakan agar penularannya tidak semakin meluas di masyarakat.

Lebih lanjut, Puguh menyoroti kondisi ini sebagai sebuah ironi bagi Kota Malang yang menyandang predikat sebagai kota pendidikan. Sebagai destinasi utama bagi puluhan ribu mahasiswa dari berbagai penjuru tanah air, Kota Malang diharapkan mampu menjadi teladan dalam penerapan gaya hidup sehat serta edukasi seks yang komprehensif guna meminimalisasi risiko penularan penyakit menular.