Pengembangan teknologi ramah lingkungan kini merambah ke sektor botani. Sebuah proyek ambisius di Beijing, China, bersiap menyulap Dongsheng Bajia Park menjadi kawasan bercahaya pada musim gugur mendatang melalui pemanfaatan tanaman bioluminesen yang mampu memancarkan cahaya alami. Proyek pionir yang dikembangkan oleh Magicpen Biotechnology Co. ini akan menghadirkan fasilitas kafe dan koridor hijau yang berpendar secara mandiri pada malam hari di atas lahan rumah kaca seluas 7.000 meter persegi.
Hingga pertengahan tahun ini, para ilmuwan telah berhasil merekayasa lebih dari sepuluh varietas tanaman komersial, termasuk petunia, poplar, dan tembakau. Keberhasilan ini tidak lepas dari pemanfaatan platform kecerdasan buatan (AI) bernama Agent VitaMind. Sistem kecerdasan buatan tersebut bertugas mempercepat pemetaan genetik dan rekayasa metabolisme sel tanaman agar mampu memproduksi pasokan substrat cahaya secara konsisten sekaligus mencegah terjadinya pembungkaman gen dari generasi ke generasi.
Saat ini, tanaman generasi awal baru mampu memancarkan pendar hijau lembut yang optimal terlihat di bawah kondisi langit mendung atau malam tanpa bulan. Untuk itu, tim riset tengah mempercepat pengembangan generasi ketiga yang dirancang menghasilkan cahaya lebih terang, memiliki variasi warna, serta lebih tangguh terhadap cuaca dingin dan kekeringan. Target jangka panjang dalam lima tahun ke depan adalah mengintegrasikan tanaman ini sebagai infrastruktur penerangan tambahan di area pedestrian guna meminimalkan konsumsi energi listrik.
Mengingat kekhawatiran dampak ekologis dari organisme hasil rekayasa genetika (GMO), pihak pengembang menerapkan protokol keamanan hayati yang ketat. Magicpen menggunakan varietas steril dan rendah serbuk sari guna mengeliminasi risiko kawin silang dengan tanaman liar. Modifikasi genetik juga dibatasi agar hanya aktif pada bagian vegetatif seperti daun dan batang, bukan pada organ reproduksi seperti biji atau serbuk sari tanaman.
Selain itu, fasilitas pembibitan telah dilengkapi jaring pengaman serangga dan sistem sterilisasi limbah tanaman berbasis panas. Melalui simulasi komputer, tim peneliti juga terus memantau potensi dampak terhadap ekosistem mikroba tanah serta serangga penyerbuk. Teknologi tanaman masa depan ini kini tengah dipamerkan di beberapa pusat sains terkemuka di Beijing dan Provinsi Anhui, menyusul tren global rekayasa genetika tumbuhan seperti yang sebelumnya dilakukan peneliti Spanyol untuk mendeteksi dini infeksi virus pertanian.