Persatuan Sambo Indonesia (Persambi) Kalimantan Selatan hingga kini masih menantikan penetapan resmi mengenai daftar cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Meskipun belum ada keputusan final, pengurus daerah tetap menunjukkan optimisme tinggi bahwa sambo akan kembali masuk dalam daftar agenda olahraga nasional empat tahunan tersebut.
Keyakinan tersebut bukan tanpa alasan. Keikutsertaan sambo pada PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024 menjadi landasan kuat bahwa cabang bela diri asal Rusia ini memiliki daya tarik dan eksistensi yang diakui. Sekretaris Umum Persambi Kalsel, Ricky Fajar Adi Putra, mengungkapkan bahwa Pengurus Besar (PB) Persambi terus melakukan langkah diplomasi aktif untuk mengawal hal ini.
Dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional KONI beberapa waktu lalu, pimpinan pusat Persambi telah melakukan komunikasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan. Selain menjalin koordinasi dengan pemerintah pusat dan KONI, komunikasi juga telah terbangun dengan pihak panitia pelaksana di NTB dan NTT selaku tuan rumah mendatang. Meski demikian, Persambi Kalsel tetap menempatkan diri untuk menunggu informasi valid dari pihak berwenang sebagai penentu akhir.
Sembari menanti kepastian tersebut, Persambi Kalsel berkomitmen untuk tidak mengendurkan ritme pelatihan. Program pembinaan atlet terus dijalankan secara disiplin agar seluruh atlet tetap dalam kondisi prima. Langkah ini diambil sebagai strategi antisipasi sekaligus persiapan matang untuk menghadapi berbagai ajang kejuaraan nasional di masa depan, termasuk target tampil maksimal di arena PON 2028.