Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) mempererat kerja sama dengan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kaltim. Langkah kolaboratif ini bertujuan untuk membudayakan kembali aktivitas fisik di tengah masyarakat guna menekan tingginya tingkat ketergantungan terhadap gawai.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispora Kaltim, Rasman Rading, menegaskan bahwa penanganan isu kecanduan gawai memerlukan peran aktif dari berbagai pihak, bukan hanya pemerintah semata. Ia menyoroti pentingnya peran keluarga, terutama orang tua, dalam memberikan contoh nyata berupa kebiasaan berolahraga di rumah agar anak-anak terdorong untuk aktif bergerak.

Menurut Rasman, pendekatan yang digunakan harus bersifat persuasif dan menyenangkan. Melalui olahraga rekreasi yang digagas oleh berbagai Induk Organisasi Olahraga (Inorga) di bawah KORMI, masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi secara sukarela tanpa merasa terbebani.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Jenderal KORMI Nasional, Kemalsyah Nasution, menjelaskan bahwa pihaknya terus memasyarakatkan olahraga demi memutus rantai gaya hidup pasif. Kemalsyah mengingatkan bahwa tantangan kesehatan saat ini tidak hanya berkisar pada penggunaan gawai, melainkan juga perilaku malas bergerak, pola makan tidak sehat, hingga ancaman obesitas. Meskipun KORMI memiliki program olahraga berbasis digital, esensi utamanya tetap mendorong masyarakat lintas usia untuk aktif secara fisik.