BPJS Kesehatan resmi meluncurkan inisiatif baru bernama Program NADI JKN (Menabung Demi Iuran JKN) di Kabupaten Banyuwangi. Langkah inovatif ini dirancang sebagai solusi bagi para peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sektor Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) yang memiliki penghasilan tidak tetap agar dapat mencicil iuran mereka secara berkala.

Peluncuran program strategis ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BPJS Kesehatan Kantor Cabang Banyuwangi dan PT Pos Indonesia Kantor Cabang Banyuwangi pada Selasa (4/8/2026). Momentum ini turut disaksikan oleh Deputi Direksi Wilayah VII BPJS Kesehatan, I Made Puja Yasa, serta Senior Manager PT Pos Indonesia Wilayah V, Cecep Priadi Usman.

Banyuwangi dipilih sebagai wilayah percontohan pertama lantaran daerah ini menghadapi tantangan besar dalam menjaga keaktifan kepesertaan. Berdasarkan data BPJS Kesehatan, meskipun cakupan kepesertaan JKN di Banyuwangi sudah menyentuh angka 89 persen, tingkat keaktifan pesertanya masih cukup rendah, yakni berada di kisaran 53 persen. Kondisi ini berbanding jauh dengan rata-rata keaktifan tingkat nasional yang mencapai 80 persen.

I Made Puja Yasa menjelaskan bahwa fokus utama lembaganya kini bergeser dari sekadar menambah jumlah kepesertaan menjadi menjaga konsistensi keaktifan anggota demi menjamin proteksi kesehatan yang berkelanjutan. Melalui program NADI JKN, peserta yang didominasi oleh pelaku sektor informal seperti petani, nelayan, dan pedagang dapat menyisihkan uang secara fleksibel. Ketika akumulasi tabungan mencukupi nominal iuran bulanan, sistem secara otomatis akan memotong saldo untuk pembayaran JKN.

PT Pos Indonesia siap mendukung penuh sistem pembayaran ini dengan memanfaatkan jaringan fisiknya yang luas. Cecep Priadi Usman memaparkan bahwa masyarakat dapat membuka rekening tabungan dengan setoran awal minimal Rp10.000 saja tanpa dibebani biaya administrasi bulanan. Layanan ini dapat diakses melalui 22 kantor pos cabang pembantu, 50 Agen Pos di pelosok Banyuwangi, serta aplikasi digital Pospay.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banyuwangi, Muhammad Masrur Ridwan, berharap program ini dapat menumbuhkan kebiasaan menabung yang terencana bagi masyarakat. Dengan pengelolaan iuran yang lebih matang, diharapkan tidak ada lagi warga Banyuwangi yang kehilangan hak jaminan kesehatannya hanya karena kendala keterlambatan pembayaran iuran bulanan.