Perum Perhutani resmi memulai langkah besar transformasi korporasi secara menyeluruh guna menjaga kelestarian ekosistem hutan sekaligus meningkatkan daya saing perusahaan di masa depan. Langkah strategis ini diawali dengan seremoni Kick-Off yang digelar di Perhutani Forestry Institute (PeFi), Madiun, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.
Melalui cetak biru bertajuk House of Strategic, BUMN sektor kehutanan ini berkomitmen menyeimbangkan tiga aspek utama: kemakmuran ekonomi (prosperity), kelestarian lingkungan (planet), serta kesejahteraan masyarakat dan rimbawan (people). Kerangka kerja ini diharapkan mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi negara dan masyarakat lokal.
Transformasi Perhutani bertumpu pada dua pilar strategis, yaitu Sustainable Forest Stewardship yang fokus pada tanggung jawab pengelolaan hutan secara lestari, serta Business Excellence untuk memacu kinerja finansial yang sehat dan inovatif. Keduanya kemudian dijabarkan ke dalam empat perspektif Balanced Scorecard, mencakup aspek keuangan, pelanggan, proses internal, hingga digitalisasi dan pengembangan kapasitas SDM.
Direktur Utama Perum Perhutani, Tio Handoko, menegaskan bahwa perubahan ini bukan sekadar formalitas, melainkan kebutuhan mutlak untuk memastikan keberlangsungan perusahaan di masa depan. Senada dengan itu, Deputi Bidang Fasilitasi dan Sinergi Pembangunan BP BUMN, Hambra, mengingatkan pentingnya peran Perum dalam menyediakan barang dan jasa yang berdampak sosial tinggi serta menyokong ketahanan ekonomi nasional.
Dengan menggabungkan teknologi digital, reorganisasi melalui Strategic Business Unit (SBU), dan tata kelola yang modern, Perhutani optimistis dapat menjawab tantangan global. Langkah ini sekaligus mengukuhkan posisi mereka sebagai pilar penting dalam menjaga paru-paru dunia sekaligus penggerak roda ekonomi daerah.