Aparat kepolisian Polres Purwakarta tengah menyelidiki kasus kematian tragis Sumarna (42), seorang petugas keamanan Waduk Jatiluhur yang ditemukan tewas tenggelam dengan kondisi kedua tangan terborgol pada Jumat (24/7/2026). Sebelum jasadnya dievakuasi dari genangan air, korban sempat mengirimkan pesan terakhir kepada istrinya saat bertugas malam.
Siti Mariam (42), istri korban, mengungkapkan bahwa komunikasi terakhir mereka terjadi pada Kamis (23/7/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Melalui aplikasi pesan singkat, Sumarna mengabarkan dirinya sedang menemani komandan regunya di pos penjagaan Perum Jasa Tirta II dan enggan meninggalkan pos jaga tersebut karena alasan sungkan.
Kekhawatiran keluarga memuncak ketika panggilan telepon Mariam pada Jumat dini hari sekitar pukul 00.30 WIB berulang kali ditolak, dan pesan WhatsApp yang dikirimkan hanya menunjukkan centang satu. Mariam kemudian mendatangi pos penjagaan sebanyak dua kali pada pukul 02.00 WIB dan 04.30 WIB. Meski sepeda motor korban sempat hilang dan kemudian kembali terparkir di pos, sosok Sumarna tetap tidak ditemukan hingga akhirnya jasadnya mengapung di perairan waduk pada siang harinya.
Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, mengonfirmasi bahwa saat ditemukan, korban masih mengenakan seragam dinas lengkap dengan borgol yang mengikat kedua tangannya. Untuk mengungkap penyebab pasti kematian, kepolisian mengevakuasi jenazah ke Rumah Sakit Sartika Asih Bandung untuk diautopsi serta mengamankan sejumlah barang bukti penting termasuk ponsel, sepeda motor, pakaian, dan handy talky (HT).
Terkait spekulasi yang beredar di masyarakat mengenai konflik akibat aksi vandalisme di area waduk, polisi menegaskan bahwa status WhatsApp tentang coretan fasilitas umum yang sempat viral bukan diunggah oleh korban, melainkan oleh rekan kerjanya. Kendati demikian, pihak kepolisian tetap mendalami segala kemungkinan, termasuk dugaan adanya konfrontasi fisik sebelum insiden mematikan ini terjadi.