Kabupaten Gunungkidul menjadi saksi ketatnya persaingan para atlet bela diri dalam ajang Groundfist Vol II yang digelar di Terminal Dhaksinarga, Kapanewon Wonosari, pada Sabtu (25/07/2026) sore. Turnamen ini berhasil menyedot perhatian ratusan penonton yang memadati arena untuk menyaksikan langsung duel-duel sengit dari para petarung lokal maupun regional.
Sebanyak 60 petarung tangguh dari berbagai sasana ambil bagian dalam kompetisi ini. Ajang ini tidak hanya menjadi panggung pembuktian hasil latihan keras mereka, tetapi juga menjadi sarana krusial untuk mengukur kemampuan teknik dan mental bertarung di atas ring yang sesungguhnya.
Ketua Panitia Groundfist Vol II, Ahmad Zildan Ardani, mengungkapkan rasa bangganya atas tingginya antusiasme para peserta kali ini. Sejak ronde pertama dimulai, tensi tinggi langsung tersaji lewat adu pukulan, tendangan, serta variasi teknik yang diperagakan secara apik oleh para atlet, yang disambut gemuruh sorak-sorai penonton.
Kendati persaingan di atas ring berlangsung sangat kompetitif, nilai-nilai sportivitas tetap dijunjung tinggi. Usai laga, para petarung saling memberi penghormatan sebagai bentuk respek yang mendalam. Kejuaraan ini diharapkan dapat terus bergulir guna melahirkan bibit-bibit atlet bela diri potensial dari Gunungkidul yang siap bersaing di kancah yang lebih tinggi.