Program Promosi Perdagangan Nasional Vietnam terbukti menjadi instrumen krusial dalam memperkuat posisi perdagangan negara tersebut di kancah global. Melalui inisiatif ini, pemerintah telah menyalurkan dukungan kepada puluhan ribu entitas bisnis, koperasi, dan organisasi, yang berujung pada terciptanya transaksi bernilai fantastis, baik di pasar domestik maupun mancanegara.

Hingga akhir tahun 2025, efektivitas program ini terlihat dari keberhasilan implementasi ratusan proyek yang memfasilitasi ribuan stan pameran bagi pelaku usaha. Data mencatat nilai merek nasional Vietnam kini menembus angka US$519,6 miliar, didukung oleh kesuksesan kontrak ekspor langsung yang mencapai puluhan juta dolar AS. Kegiatan ini secara tidak langsung berfungsi sebagai sarana pengujian pasar bagi produk-produk lokal, termasuk barang-barang OCOP dan komoditas pertanian olahan.

Kendati menunjukkan progres positif, sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) masih menghadapi hambatan serius. Sejumlah kendala regulasi, seperti kurangnya pedoman teknis dalam pembentukan kemitraan publik-swasta dan definisi ambigu terkait rantai distribusi, membuat kebijakan pemerintah sulit diimplementasikan secara optimal. Selain itu, banyak pelaku usaha terjebak dalam anggapan keliru bahwa promosi perdagangan hanyalah ranah eksklusif bagi korporasi besar.

Survei terhadap 500 UKM menunjukkan rendahnya tingkat kesadaran pelaku usaha terhadap platform digital seperti Go Online atau Vietnam Pavilion. Padahal, Undang-Undang Dukungan UKM telah menyediakan insentif pajak dan kemudahan lahan yang signifikan bagi perusahaan yang masuk dalam rantai pasokan domestik.

Menanggapi kesenjangan tersebut, Kementerian Keuangan kini mengusulkan pemisahan kebijakan dukungan ekspansi pasar dalam rancangan amandemen Undang-Undang Dukungan UKM. Langkah ini diharapkan mampu memberikan dukungan yang lebih substansial dan berkelanjutan, bukan sekadar inisiatif jejaring jangka pendek, guna membantu UKM bertransformasi menjadi pemain yang lebih tangguh di pasar internasional.