Tim nasional Inggris terpaksa menghadapi situasi tidak kondusif sesaat setelah tiba di Mexico City. Berupaya menghindari insiden serupa yang dialami Ekuador—di mana istirahat pemain terganggu oleh kebisingan suporter lawan—pihak Inggris sebenarnya telah merahasiakan lokasi hotel mereka. Namun, strategi tersebut tidak membuahkan hasil karena ratusan pendukung Meksiko telah memadati area penginapan, meneriakkan yel-yel, dan melontarkan cemoohan kepada para pemain.

Kondisi ini memicu respons cepat dari aparat keamanan setempat. Mengutip laporan The Guardian, pihak kepolisian kini telah memperketat pengamanan di sekitar hotel dengan menyiagakan lebih dari 100 personel antihuru-hara, unit anjing pelacak, hingga penggunaan drone. Langkah preventif ini diambil menyusul keluhan dari Federasi Sepakbola Ekuador dan adanya laporan mengenai insiden fatal yang terjadi pasca perayaan kemenangan Meksiko sebelumnya.

Selain tekanan psikologis dari suporter tuan rumah, skuad asuhan Thomas Tuchel juga menghadapi tantangan fisik yang berat. Bertanding di Stadion Azteca yang terletak pada ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut, para pemain harus beradaptasi dengan kadar oksigen yang lebih tipis dibandingkan kondisi normal.

Di sisi lain, ketegangan sempat terjadi di tingkat manajemen terkait jadwal pertandingan. FIFA sebelumnya mempertimbangkan untuk memajukan jadwal laga guna menghindari potensi badai di Mexico City. Namun, rencana tersebut ditentang keras oleh pelatih Meksiko, Javier Aguirre, yang merasa perubahan mendadak akan merusak persiapan tim. Setelah perdebatan panjang, FIFA akhirnya memutuskan untuk tetap menjalankan pertandingan sesuai jadwal semula.