Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten menerjunkan tim tanggap darurat guna membantu warga yang terdampak sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau di kawasan pesisir Anyer dan Cinangka. Langkah cepat ini direalisasikan melalui kolaborasi antara BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Banten dengan membagikan masker secara masif serta membuka akses pemeriksaan kesehatan tanpa dipungut biaya.
Kepala Klinik RSB Banten, dr. Slamet, menyatakan bahwa posko kesehatan ini dihadirkan untuk mengantisipasi potensi timbulnya gangguan kesehatan pada masyarakat pasca-erupsi. Selain layanan mobile di wilayah pesisir, pihaknya juga mengoptimalkan fasilitas medis gratis bagi para mustahik yang mendatangi Klinik RSB Banten di Jalan Raya Serang-Petir, Kampung Boru, Kelurahan Cilaku, Kecamatan Curug.
Tim medis di lapangan fokus memberikan penanganan awal bagi warga yang mengalami gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), seperti batuk dan sesak napas, hingga iritasi kulit. Di samping tindakan medis, personil BAZNAS turut memberikan edukasi secara langsung mengenai pentingnya penggunaan alat pelindung diri saat beraktivitas di luar rumah guna menghindari dampak buruk material vulkanik.
Program tanggap bencana ini merupakan bagian dari komitmen penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara tepat sasaran dalam situasi krisis. BAZNAS Banten mengimbau seluruh masyarakat di sepanjang pesisir Serang hingga Pandeglang agar tetap tenang, menjaga kondisi fisik, serta memantau perkembangan informasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).