Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bergerak cepat menanggulangi dampak gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Fokus utama penanganan saat ini diarahkan pada pemulihan fungsi pelayanan kesehatan esensial guna mengantisipasi potensi lonjakan pasien pascabencana. Langkah taktis yang diambil meliputi aktivasi Health Emergency Operation Center (HEOC) serta mobilisasi tim tanggap darurat medis ke lokasi-lokasi terdampak.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa target jangka pendek pemerintah adalah mengembalikan operasional dasar seluruh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang terdampak dalam waktu maksimal satu pekan. Upaya pemulihan ini diprioritaskan untuk penanganan kasus bedah trauma, perawatan ibu dan anak, serta pelayanan hemodialisa yang sangat dibutuhkan oleh warga saat ini.

Berdasarkan pemetaan situasi, guncangan gempa melanda delapan kabupaten di NTT, dengan kerusakan paling signifikan teridentifikasi di RSUD Nagekeo dan RSUD Ruteng. Guna mengatasi kendala operasional akibat kerusakan bangunan, Kemenkes telah mengirimkan Rumah Sakit Lapangan yang dilengkapi fasilitas ruang operasi serta menerjunkan tim dokter spesialis bedah, anestesi, dan kegawatdaruratan.

Sementara itu, pada tingkat pelayanan primer, Kemenkes menargetkan ratusan puskesmas yang terdampak dapat kembali beroperasi terbatas dalam kurun waktu dua minggu guna melayani persalinan, pemeriksaan ibu hamil, dan imunisasi. Data lapangan menunjukkan puluhan puskesmas mengalami kerusakan bervariasi dari kategori ringan hingga berat, namun sebagian besar di antaranya diupayakan tetap aktif memberikan pertolongan pertama kepada masyarakat.

Guna menunjang percepatan penanganan medis di lapangan, Kemenkes juga mendistribusikan puluhan ribu alat kesehatan pelindung diri, unit oksigen konsentrator, tenda medis darurat, serta paket obat-obatan esensial. Sinergi intensif terus dijalin bersama dinas kesehatan setempat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Basarnas demi memastikan rantai rujukan pasien ke rumah sakit penyangga berjalan aman dan terkendali.